RAKYAT45.COM – Karlahut Pekanbaru menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru di tengah masih adanya kebakaran lahan di sejumlah lokasi. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memastikan personel gabungan disiagakan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang dipimpin langsung Agung Nugroho di Lapangan Baterai B Arhanudse 13/PBY, Jalan Imam Munandar, Rabu (19/8/2026)
Apel diikuti personel gabungan dari berbagai instansi sebagai bagian dari penguatan koordinasi menghadapi potensi kebakaran lahan di wilayah Kota Pekanbaru.
“Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menanggulangi kebakaran lahan,” ujar Agung usai memimpin apel.
Menurutnya, Pemko Pekanbaru terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan kepolisian dalam menghadapi potensi maupun kejadian kebakaran lahan. Sejumlah titik kebakaran yang muncul saat ini juga terus mendapatkan penanganan di lapangan.
“Namun saat ini sudah dalam penanganan, TNI dan kepolisian juga mendukung upaya pemadaman di lapangan,” terangnya.
Agung meyakini kerja sama lintas instansi menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran lahan. Pengalaman menghadapi kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat penanganan saat ini.
“Kita belajar dari tahun-tahun sebelumnya, dalam menangani kebakaran lahan di Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Pemko Pekanbaru tidak hanya memusatkan kesiapsiagaan di wilayah dalam kota. Tim gabungan juga disiapkan untuk membantu menangani kebakaran lahan yang berada di kawasan perbatasan.
Agung menyebut wilayah perbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Pelalawan menjadi perhatian karena potensi pergerakan asap dapat berdampak terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru.
“Kita antisipasi kebakaran lahan di perbatasan kota, seperti perbatasan dengan Kampar maupun Pelalawan, agar kabut asap tidak melanda kota,” ulasnya.
Koordinasi dengan para lurah juga diperkuat untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat segera dilaporkan dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk mempercepat respons terhadap kebakaran sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan berupa kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara.
Dengan dukungan personel gabungan serta koordinasi pemerintah, TNI, dan kepolisian, Pemko Pekanbaru menargetkan setiap kejadian kebakaran lahan dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan permukiman.
“Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran serta mencegah kabut asap masuk dan mengganggu kualitas udara di wilayah Kota Pekanbaru,” pungkasnya.***












