Rakyat45.com, Meranti – Masa depan Kepulauan Meranti mulai dibentuk dari cara generasi mudanya menjalani masa kini. Karena itu, gelar Duta Generasi Berencana (GenRe) tidak semestinya berhenti sebagai penghargaan, tetapi harus menjadi ruang untuk memberi teladan, menginspirasi, dan mengajak sesama remaja mengambil pilihan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar saat menutup Grand Final Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Kabupaten Kepulauan Meranti di Ballroom Afifa, Jalan Banglas, Sabtu (3/10/2026).
Asmar menilai kegiatan GenRe memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi. Ajang tersebut menjadi wadah bagi remaja untuk mengembangkan karakter, kreativitas dan keberanian, sekaligus belajar mengambil keputusan serta merencanakan masa depan secara matang.
“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Asmar.
Grand final tersebut menetapkan empat remaja sebagai Duta GenRe Kabupaten Kepulauan Meranti. Frizzy Azka Kurniawan dari PIK-R Prosteen, SMAN 1 Tebing Tinggi, terpilih sebagai Duta GenRe Putra; sedangkan Febi Fatmawati dari PIK-R Army, SMAN 3 Tebing Tinggi, menjadi Duta GenRe Putri.
Untuk kategori junior, Farhan Yanda dari PIK-R Positif, SMPN 2 Tebing Tinggi, meraih gelar Duta GenRe Junior Putra. Sementara Naura Syakira Vienya dari PIK-R B-Three, SMPN 1 Tebing Tinggi, terpilih sebagai Duta GenRe Junior Putri.
Bagi Asmar, peran tersebut menjadi penting karena remaja kini tumbuh dalam lingkungan yang berubah cepat. Kemajuan teknologi dan dinamika sosial memberikan banyak peluang, tetapi juga membawa tantangan yang dapat memengaruhi pilihan dan arah kehidupan mereka.
Sejumlah persoalan turut menjadi perhatian, mulai dari pergaulan tidak sehat, penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, pernikahan pada usia yang belum siap, hingga pengaruh negatif media sosial dan lingkungan pergaulan.
“Hal ini tidak boleh kita anggap sepele. Satu keputusan yang keliru pada masa muda dapat memberikan dampak panjang terhadap pendidikan, kesehatan, kehidupan keluarga, bahkan masa depan seseorang,” katanya.
Menghadapi kondisi tersebut, Asmar menekankan bahwa remaja membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan. Mereka perlu memiliki karakter yang kuat, nilai agama, kemampuan mengambil keputusan, serta lingkungan yang mampu mengarahkan mereka pada kegiatan positif.
GenRe, menurutnya, dapat mengambil bagian dalam proses tersebut dengan mendorong remaja merencanakan pendidikan, karier, kehidupan berkeluarga, serta berbagai aspek penting dalam perjalanan menuju masa depan.
Karena itu, Asmar meminta para duta yang baru terpilih menjadikan gelar mereka sebagai amanah untuk hadir di tengah lingkungan sebaya, bukan sekadar simbol dalam sebuah ajang.
“Duta GenRe harus menjadi teladan. Harus mampu menginspirasi. Dan harus berani menyampaikan pesan positif kepada teman-teman sebaya,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pembinaan GenRe tidak hanya menitikberatkan pada upaya mencegah perilaku negatif. Remaja perlu memperoleh ruang untuk menyalurkan energi dan potensinya melalui karya, prestasi, organisasi, olahraga, kreativitas, serta kegiatan lain yang dapat memperkuat kepercayaan diri dan kemampuan mereka.
Asmar berharap generasi muda Meranti mampu memanfaatkan teknologi secara produktif; bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pencipta karya dan peluang yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun daerah.
“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan positif bagi anak-anak kita. Bergandeng tangan menghadapi tantangan zaman,” ajaknya.
Menurut Asmar, lingkungan yang mendukung pertumbuhan remaja tidak dapat dibangun oleh pemerintah seorang diri. Keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda.
“Menjaga generasi muda bukan hanya tugas pemerintah. Menjaga generasi muda adalah tanggung jawab kita semua,” kata Asmar.
Pada bagian akhir sambutannya, Asmar mengingatkan bahwa kualitas generasi muda hari ini akan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Kepulauan Meranti pada masa mendatang. Ia mengajak para remaja untuk menggunakan masa muda dengan berkarya, berprestasi, menjaga pergaulan, dan mempersiapkan kehidupan secara bertanggung jawab.
“Cerah dan gemilangnya nasib Kepulauan Meranti di masa depan salah satunya ditentukan dengan kualitas para remajanya saat ini. Dengan serumpun GenRe beraksi, takkan Melayu hilang di bumi. Teruslah semangat berkarya. Teruslah berprestasi. Jaga diri, jaga pergaulan, dan jaga masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti, sejumlah kepala OPD, Ketua IBI Cabang Kabupaten Kepulauan Meranti, para pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Ketua Forum Anak Kabupaten Kepulauan Meranti, serta Ketua Forum GenRe Meranti beserta jajaran.**












