Banner Website
Peristiwa

Misteri Laut Rupat: Dua Korban Kapal Ditemukan Tak Bernyawa

×

Misteri Laut Rupat: Dua Korban Kapal Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
Mayat tanpa kepala ditemukan warga di tepi laut Desa Seri Tanjung, Rupat, Senin (17/8/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Rupat – Laut Rupat kembali menyisakan kabar duka. Dua korban kecelakaan kapal rute Rupat–Malaysia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah Tim SAR Gabungan menyisir perairan selama beberapa hari, Senin (17/8/2026). Namun, pencarian belum berakhir karena dua korban lainnya masih belum ditemukan.

Salah satu jasad ditemukan mengapung di perairan dangkal dekat pantai. Tubuh korban berada dalam posisi telungkup dan masih mengenakan pakaian. Lokasi penemuan berada di kawasan pesisir yang dipenuhi pepohonan mangrove.

Warga yang melihat keberadaan jasad kemudian mendatangi kawasan tersebut untuk memastikan temuan. Penemuan itu terjadi ketika operasi pencarian masih berlangsung menyusul kecelakaan kapal rute Rupat–Malaysia yang terbalik di perairan Rupat pada Jumat (14/8/2026) malam.

Kepala Kantor SAR Riau, Budi Cahyadi, S.Sos., M.M., mengatakan kapal tersebut membawa 22 orang, termasuk nakhoda. Kapal bertolak dari Rupat menuju Malaysia sebelum mengalami kecelakaan sekitar pukul 20.30 WIB.

“Insiden terbaliknya kapal terjadi pada 14 Agustus 2026 pukul 20.30 WIB di perairan Rupat,” jelasnya.

Setelah kapal terbalik, tekong berupaya menyelamatkan diri menggunakan jeriken. Ia sebelumnya sempat menghubungi rekannya untuk meminta bantuan.

Rekan tekong kemudian tiba menggunakan boat pancung. Namun, keterbatasan kapasitas membuat evakuasi awal hanya mampu membawa enam korban.

“Karena kapasitas boat yang terbatas, hanya enam orang korban yang dapat dievakuasi pada tahap awal ini,” terangnya.

Sebanyak 12 korban lainnya bertahan di atas lambung kapal yang terbalik. Mereka kemudian ditemukan dan diselamatkan kapal kargo yang tengah berlayar dari Belawan menuju Dumai.

Basarnas Riau menerima laporan resmi kecelakaan tersebut dari Polairud Dumai pada Sabtu (15/8/2026). Dari 22 orang yang berada dalam kapal, sebanyak 18 korban berhasil diselamatkan melalui dua tahap evakuasi. Sementara itu, empat korban lainnya masuk dalam daftar pencarian.

Operasi pencarian terus berlanjut hingga Senin. Tim SAR Gabungan menemukan korban pertama sekitar pukul 10.58 WIB, sekitar 2,5 nautical miles (NM) dari lokasi kecelakaan.

Sekitar 45 menit kemudian, korban kedua ditemukan pada pukul 11.43 WIB. Jasad tersebut berada sekitar 11 NM dari titik awal kecelakaan.

Kedua korban kemudian dievakuasi dan diserahterimakan kepada Tim Inafis Polres Dumai. Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kota Dumai untuk penanganan lebih lanjut.

Meski dua korban telah ditemukan, operasi SAR masih terus dilakukan. Dua korban lainnya yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian hingga Senin masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan melanjutkan penyisiran untuk menemukan keberadaan kedua korban tersebut.

Pencarian dilakukan dengan menyisir wilayah perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban, sekaligus memperluas pemantauan terhadap kawasan pesisir yang memiliki kemungkinan menjadi titik ditemukannya korban.

Budi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi, termasuk masyarakat yang turut membantu selama operasi berlangsung.

“Basarnas Riau menyampaikan terima kasih serta apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” tutup Kepala Kantor SAR Riau, Budi Cahyadi.**