Rakyat45.com, Bengkalis – Kemampuan membaca, keberanian mengungkapkan gagasan, dan pemahaman terhadap budaya lokal menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berwawasan. Upaya tersebut dilakukan MTs YPPI Bengkalis melalui kunjungan edukasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis, Selasa (13/10/2026), dengan melibatkan seluruh majelis guru dan siswa.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan pelajar melalui pengenalan layanan perpustakaan, cerita rakyat, dan permainan tradisional Melayu Riau.
Kedatangan rombongan disambut oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis. Dalam sambutannya, perwakilan dinas menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta berharap kegiatan itu memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi para siswa.
Agenda berikutnya memperkenalkan armada perpustakaan keliling beserta koleksi buku yang tersedia di dalamnya. Para siswa mendapat penjelasan mengenai peran layanan tersebut dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah, sehingga akses terhadap bahan bacaan dapat semakin luas.
Untuk mendukung pembelajaran yang lebih terarah, panitia membagi siswa menjadi tiga kelompok dengan pendampingan guru dan petugas perpustakaan. Setiap kelompok mengikuti sesi edukasi di lokasi berbeda sesuai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Kelompok pertama mengunjungi Rumah Story Telling untuk menyimak legenda Melayu Riau yang dibawakan petugas perpustakaan secara ekspresif. Seusai mendengarkan cerita, siswa diminta menceritakan kembali kisah tersebut menggunakan bahasa mereka sendiri. Nona Ratu Sofia dan Taufiq tampil mewakili peserta, kemudian menerima cenderamata dari pihak dinas sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka.
Kegiatan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan menyimak, memahami alur cerita, dan menyampaikan kembali informasi secara lisan. Selain mengembangkan keterampilan berbahasa, pengenalan legenda daerah juga membantu mendekatkan pelajar dengan kekayaan tradisi Melayu.
Pada sesi lainnya, kelompok kedua mengikuti pengenalan permainan tradisional Melayu Riau. Para siswa tidak hanya mengenal beragam permainan warisan budaya, tetapi juga mencoba memainkannya secara langsung. Aktivitas tersebut memperkenalkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal di tengah maraknya permainan digital modern.
Kepala MTs YPPI Bengkalis, Jumillia, S.Pd, berharap kunjungan tersebut dapat mendukung pembentukan siswa yang berprestasi secara akademik sekaligus memiliki kemampuan literasi dan kepedulian terhadap budaya daerah.
โKami berharap melalui kunjungan edukasi ini, siswa tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan literasi yang kuat, keberanian menyampaikan gagasan, serta kecintaan terhadap budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah yang harus dijaga dan dilestarikan,โ ujar Jumillia.
Melalui pengalaman belajar di luar kelas, siswa diharapkan semakin terbiasa membaca, berani menyampaikan pemikiran, dan mengenali warisan budaya di lingkungan mereka. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran perpustakaan sebagai ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan pengetahuan dan pengenalan budaya bagi generasi muda.**












