Banner Website
Hukum & Kriminal

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

985
×

Penggerebekan di Hotel Bengkalis Bongkar Dugaan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Ikut Diamankan

Sebarkan artikel ini
Pesta narkoba di kamar hotel. Aktivitas penyalahgunaan narkotika di ruang tertutup seperti hotel kerap menjadi sasaran penggerebekan aparat kepolisian dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan peredaran narkoba. Selasa, (20/1/26)./R45/Ilustrasi.

Bengkalis, Rakyat45.com – Penggerebekan senyap Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Bengkalis di Hotel Marina mendadak menggemparkan publik. Operasi yang berlangsung pada Sabtu (17/1/2026) dini hari itu disebut mengamankan tujuh orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika, dengan fakta mencengangkan, tiga di antaranya diduga merupakan oknum anggota Polres Bengkalis.

Operasi penindakan tersebut dilakukan di dua kamar Hotel Marina, masing-masing kamar 218 dan 204. Meski kejadian telah berlangsung hampir sepekan, hingga kini pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi secara terbuka. Alasan yang disampaikan, proses ekspos kasus masih menunggu Kapolres Bengkalis yang baru pasca-serah terima jabatan yang dijadwalkan Kamis (22/1/2026).

Informasi yang berhasil dihimpun dari lapangan memastikan bahwa penggerebekan di Hotel Marina, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis, memang benar adanya. Dalam operasi tersebut, tujuh orang diamankan, terdiri dari tiga oknum polisi dan empat warga sipil.

Empat warga sipil yang diduga terjaring dalam operasi itu masing-masing dua perempuan berinisial C dan O, serta dua laki-laki berinisial R dan Z. Namun hingga saat ini, peran masing-masing terduga, status hukum mereka, serta jenis dan jumlah barang bukti yang diamankan belum disampaikan secara transparan kepada publik.

Ketiadaan penjelasan resmi tersebut memicu tanda tanya di tengah masyarakat, terlebih kasus ini melibatkan aparat penegak hukum. Publik menilai keterbukaan menjadi penting untuk menjaga kepercayaan dan memastikan penegakan hukum berjalan tanpa tebang pilih.

Kasat Narkoba Polres Bengkalis, AKP Kris Tofel, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, sempat tidak memberikan respons. Baru setelah dikirimkan pesan berisi rincian nomor kamar hotel, waktu, dan tanggal penangkapan, ia memberikan jawaban singkat.

“Oh, ya. Nanti tunggu rilis resmi ya Bang, dari Humas Polres. Sekarang kami lagi giat persiapan kenal pamit Kapolres yang baru,” ujar AKP Kris Tofel, Selasa (20/1/2026).

Penjelasan senada disampaikan PS Humas Polres Bengkalis, Iptu Juli. Ia membenarkan adanya pengungkapan kasus narkotika tersebut, namun menyebutkan bahwa ekspos resmi belum dilakukan karena masih menunggu pimpinan baru.

“Ya, ada tiga oknum polisi yang sudah ditahan di Rutan Polres Bengkalis. Tapi untuk data lengkapnya kami masih menunggu atasan yang akan memimpin ekspos nanti,” ucapnya singkat saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, SIK, MS, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, juga belum memberikan keterangan detail. Ia hanya menyatakan akan memberikan penjelasan setelah resmi aktif menjabat.

“Nanti ya, setelah saya aktif,” tulisnya singkat.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi komitmen Polres Bengkalis dalam pemberantasan narkoba dan penegakan hukum yang berkeadilan. Publik menunggu kejelasan: sejauh mana proses hukum berjalan, siapa yang bertanggung jawab, dan apakah hukum benar-benar ditegakkan tanpa memandang status maupun jabatan.**