Rakyat45.com, Siak – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengapresiasi kegigihan Bupati Siak, Dr. Afni Z, dalam memperjuangkan kepentingan daerahnya di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi tekanan.
Pernyataan tersebut disampaikan SF Hariyanto saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau di Masjid Jami Nur Ikhlas, Kecamatan Tualang, Selasa (10/3/2026). Ia menilai Bupati Afni menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan kebutuhan daerah, termasuk kesejahteraan ASN, tetap terpenuhi.
“Saya melihat langsung bagaimana semangat Ibu Afni memperjuangkan kepentingan Siak. Beliau aktif menjalin komunikasi hingga menemui sejumlah kementerian. Bahkan baru-baru ini beliau datang menemui saya untuk membahas pembayaran gaji dan TPP ASN,” ujar SF Hariyanto.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmen Pemprov Riau untuk menyelesaikan kewajiban keuangan kepada pemerintah kabupaten dan kota yang selama ini masih tertunda. Total tunda bayar dan dana kurang salur kepada daerah di Riau mencapai sekitar Rp800 miliar.
Khusus untuk Kabupaten Siak, dana kurang salur dari tahun 2024 tercatat sekitar Rp39 miliar, sementara dari tahun 2025 mencapai lebih dari Rp35 miliar. Dengan demikian, total kewajiban Pemprov Riau kepada Kabupaten Siak mencapai sekitar Rp72 miliar.
“Kalau ditotal sekitar Rp72 miliar kewajiban kita kepada Kabupaten Siak. InsyaAllah tahun ini akan kita upayakan untuk diselesaikan secara bertahap. Dalam waktu dekat mungkin akan kita salurkan sebagian terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurut SF Hariyanto, Bupati Afni sebelumnya juga menyampaikan secara langsung permintaan agar sebagian dana tersebut bisa segera dicairkan untuk membantu kebutuhan mendesak pemerintah daerah.
“Beliau menyampaikan bahwa berapapun yang bisa dibayarkan lebih dulu sangat membantu, terutama untuk pembayaran TPP ASN, THR, dan kewajiban lainnya. Kami berkomitmen tahun ini fokus menyelesaikan kewajiban tersebut,” tambahnya.
SF Hariyanto juga mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tidak hanya dirasakan oleh Riau, tetapi juga hampir seluruh daerah di Indonesia. Dengan total APBD sekitar Rp8,2 triliun, hampir setengahnya terserap untuk belanja pegawai.
Situasi tersebut, kata dia, membuat pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran dan menyesuaikan sejumlah program pembangunan.
“Sebagai Plt Gubernur, saya juga menyampaikan permohonan maaf jika pada awal masa pemerintahan ini belum semua janji politik bisa diwujudkan. Kami berharap pada 2027 kondisi fiskal lebih stabil sehingga program pembangunan bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran tersebut, Pemprov Riau akan mendorong sinergi bersama pemerintah kabupaten dan kota guna mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor.
Ia menyebutkan sejumlah sumber PAD yang masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan, seperti pajak kendaraan bermotor, pajak galian C, pajak alat berat, hingga pajak bahan bakar.
“Potensi di daerah sebenarnya cukup besar. Jika dikelola dengan baik dan dimaksimalkan, sumber-sumber pajak ini bisa menjadi penopang penting bagi pendapatan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Siak Dr. Afni Z menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Riau terhadap pembangunan di Kabupaten Siak. Ia menilai berbagai program Pemprov Riau sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Afni juga mengapresiasi kehadiran rombongan Safari Ramadan Pemprov Riau yang membawa berbagai bantuan bagi masyarakat di wilayah Pinang Sebatang Timur.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau. Walaupun masih ada beberapa ruas jalan provinsi yang kondisinya rusak, khususnya di wilayah Tualang, kami optimistis secara bertahap akan mendapat penanganan,” kata Afni.
Ia berharap hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Siak dan Pemerintah Provinsi Riau terus diperkuat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.***












