Rakyat45.com, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak terus memperkuat sektor pertanian dengan menghadirkan teknologi modern bagi petani. Terbaru, dua unit alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis combine harvester disalurkan kepada kelompok tani guna mempercepat proses panen dan meningkatkan hasil produksi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rejeki yang berada di Kampung Bungaraya. Penyerahan dilakukan di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kompleks Perkantoran Sei Betung, Kecamatan Siak, Kamis (9/4/2026).
Dua unit combine harvester tipe Harfia 110 Max yang disalurkan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui skema anggaran APBN Tahun 2026. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung percepatan mekanisasi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.
Dalam sambutannya, Syamsurizal menegaskan bahwa kehadiran alsintan modern menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada nasional.
“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi petani. Kita berharap pemanfaatannya bisa maksimal, sehingga proses panen lebih cepat, efisien, dan hasil pertanian semakin meningkat, tentu ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi seperti combine harvester tidak hanya mempercepat proses panen, tetapi juga mampu mengurangi kehilangan hasil yang kerap terjadi saat panen manual. Dengan demikian, produktivitas petani diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Kaharuddin, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil usulan pemerintah daerah kepada Kementerian Pertanian guna memenuhi kebutuhan alsintan di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan bahwa setiap unit combine harvester memiliki nilai sekitar Rp500 juta. Dengan teknologi modern yang dimiliki, alat ini mampu memanen padi secara cepat dan efisien dibandingkan metode tradisional.
“Untuk tahap ini, kita menerima dua unit combine harvester. Satu unit diserahkan ke Gapoktan binaan Brigif TP-89 GG di Bungaraya, dan satu unit lagi untuk brigade dinas yang sifatnya mobile, sehingga bisa digunakan membantu petani di mana saja, bahkan berbagai kecamatan,” jelasnya.
Menurut Kaharuddin, keberadaan alsintan brigade yang bersifat mobile menjadi solusi untuk menjangkau petani di berbagai wilayah, terutama yang belum memiliki akses terhadap alat pertanian modern. Dengan sistem ini, bantuan tidak hanya terfokus pada satu kelompok, tetapi bisa dimanfaatkan secara lebih luas.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa alsintan tersebut juga akan digunakan untuk mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya melalui penanaman padi gogo di sela tanaman kelapa sawit. Program ini tengah dijalankan di sejumlah kecamatan seperti Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Kerinci Kanan, dan Kandis.
Pada tahun 2026, target penanaman padi gogo dalam program tersebut mencapai sekitar 750 hektare. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani sawit.
Selain itu, Pemkab Siak juga tengah menjalankan berbagai program penguatan sektor pertanian lainnya. Di antaranya adalah optimalisasi lahan seluas 600 hektare di Kecamatan Bungaraya dan Sungai Mandau, serta peningkatan indeks pertanaman (IP) padi dari 250 menjadi 300 pada lahan seluas 1.900 hektare.
Program peningkatan IP tersebut didukung dengan bantuan benih padi sebanyak 47,5 ton yang disalurkan ke tujuh desa di Kecamatan Bungaraya. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan frekuensi tanam sekaligus mendongkrak produksi padi secara berkelanjutan.
Kaharuddin juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berencana menambah bantuan alsintan lainnya dalam waktu dekat. Salah satunya adalah traktor roda empat yang akan disalurkan ke beberapa kecamatan untuk memperkuat sarana produksi pertanian.
Dengan berbagai dukungan tersebut, Pemkab Siak optimistis sektor pertanian akan semakin berkembang dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Modernisasi alat pertanian diyakini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan produksi pangan ke depan.
Distribusi alsintan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan kerja yang lebih efisien dan hasil panen yang optimal, petani diharapkan dapat merasakan dampak langsung dari program pembangunan pertanian yang berkelanjutan.***












