Rakyat45.com, Pekanbaru – Pelatih kepala PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, resmi mengakhiri kerja sama dengan klub berjuluk Askar Bertuah. Keputusan tersebut diambil karena alasan keluarga, yakni untuk lebih fokus mendampingi putrinya yang tengah menjalani perawatan di Malang, Jawa Timur.
Kabar perpisahan itu dikonfirmasi CEO PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah. Menurutnya, manajemen sebenarnya telah menjalin kesepakatan awal dengan Aji Santoso untuk melanjutkan kerja sama pada musim kompetisi mendatang.
Namun dalam perkembangannya, mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut memutuskan mundur karena kondisi keluarga yang membutuhkan perhatian penuh.
“Apalagi sepanjang musim kemarin, Coach Aji harus bolak-balik Pekanbaru-Malang untuk mendampingi perawatan putrinya. Doa kami segenap manajemen PSPS semoga putri Coach Aji lekas sembuh dan bugar kembali,” kata Edward Riansyah, Ahad (7/6/2026).
Edward mengakui keputusan tersebut menjadi kehilangan besar bagi PSPS Pekanbaru. Pasalnya, Aji Santoso dinilai berhasil membangun fondasi tim yang solid sejak ditunjuk menangani klub di tengah kompetisi musim 2025/2026.
“Kami akui ini memang keputusan yang berat dan sulit. Tapi, kami harus menerima ini,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Aji Santoso, PSPS berhasil bangkit dari situasi sulit. Saat pertama datang, tim sempat terpuruk di papan bawah dan berada dalam ancaman degradasi.
Melalui sentuhan taktik dan pembenahan mental pemain, Aji sukses membawa PSPS keluar dari zona merah. Bahkan, tim mampu menutup musim dengan finis di peringkat keenam klasemen akhir dan mengoleksi 37 poin.
Capaian tersebut membuat sosok Aji Santoso mendapat tempat tersendiri di hati pendukung PSPS. Kepergiannya kini menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen untuk segera mencari pelatih baru demi menjaga target dan konsistensi tim menghadapi musim depan.
Hingga saat ini, manajemen PSPS Pekanbaru belum mengumumkan sosok pengganti Aji Santoso yang akan menakhodai tim pada kompetisi berikutnya.***












