RAKYAT45.COM – Kabut asap Riau mulai menyelimuti sejumlah wilayah seiring meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan dan meminta masyarakat menjaga kesehatan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Masyarakat yang tetap harus keluar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.
Imbauan tersebut disampaikan SF Hariyanto dalam Rapat Persiapan Audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia sekaligus Rapat Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau, Minggu (23/8/2026).
Menurut SF Hariyanto, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah di tengah kondisi udara yang mulai terdampak sebaran asap. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara.
“Kalau tidak ada keperluan yang penting, saya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker untuk melindungi kesehatan dari paparan asap,” ujarnya.
SF Hariyanto meminta masyarakat tidak menganggap ringan kondisi kabut asap, terutama ketika kualitas udara menurun dan jarak pandang mulai terganggu.
Ia mengatakan masyarakat dapat berperan menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas luar ruangan, sementara pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan upaya pengendalian karhutla.
Pemprov Riau juga memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, petugas pemadam, pemerintah kabupaten dan kota, serta masyarakat untuk mempercepat penanganan kebakaran.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, petugas pemadam hingga masyarakat. Dengan koordinasi yang semakin kuat dan dukungan masyarakat, kita berharap kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga kondisi udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” katanya.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan penanganan kabut asap membutuhkan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dan dukungan lintas sektor.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengejar target pemadaman api, tetapi juga harus memastikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dan petugas yang berada di lapangan.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh unsur bergerak bersama dan memastikan masyarakat tetap terlindungi. Kita siapkan kebutuhan masker, oksigen, obat-obatan, serta dukungan kesehatan lainnya sehingga masyarakat maupun personel yang bertugas di lapangan tetap terlindungi selama penanganan karhutla,” tutupnya.
Pemprov Riau mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di tengah paparan asap.***












