Rakyat45.com, Kulon Progo – Semangat menjaga kebugaran tidak mengenal batas usia. Pesan itu terasa kuat ketika sekitar 90 peserta HESH Malioboro Yogyakarta berkumpul di Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (1/9/2026), untuk berjalan kaki dan mengikuti senam bersama.
Kegiatan tersebut mempertemukan peserta berusia sekitar 45 tahun hingga lanjut usia. Mereka menempuh rute jalan kaki sejauh kurang lebih 4 kilometer sebelum melanjutkan aktivitas dengan senam bersama di pelataran Soto Kadipiro, Wates.
Ketua HESH Malioboro Yogyakarta, Cokro, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya komunitas mendorong masyarakat, terutama kelompok lanjut usia, agar tetap aktif menjaga kesehatan melalui olahraga yang sederhana dan rutin.
βYang masih produktif bisa jalan kaki 4 sampai 8 kilometer, tentunya sesuai kemampuan. Untuk lansia yang sudah berusia di atas 70 tahun dan tidak kuat berjalan jauh, tetap bisa mengikuti senam di tempat,β ujar Cokro kepada awak media.
Menurut Cokro, kegiatan di Pengasih sekaligus menjadi pengalaman pertama HESH Malioboro menggelar aktivitas kebugaran di wilayah Kulon Progo. Komunitas tersebut selama ini menjalankan kegiatan olahraga secara rutin dua kali dalam sepekan.
HESH Malioboro tidak menjadikan jarak sebagai ukuran keberhasilan. Peserta dapat memilih aktivitas sesuai kemampuan fisik masing-masing. Mereka yang masih mampu berjalan jauh mengikuti rute sekitar 4 kilometer, sedangkan peserta dengan keterbatasan fisik tetap berolahraga melalui senam di lokasi.
Bagi komunitas, aktivitas tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebugaran. Pertemuan rutin menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial, menjaga silaturahmi, sekaligus membangun semangat agar para lansia tetap berdaya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Pesan itu juga dirasakan Hong Cieng, salah seorang peserta yang sehari-hari menjalankan usaha kaos dan abon ayam. Ia menilai HESH Malioboro memberikan manfaat karena menggabungkan olahraga dengan kesempatan membangun relasi antarpeserta.
βSaya sangat senang ikut HESH. Pesertanya banyak dari lingkungan pengusaha di sepanjang Malioboro dan juga masyarakat umum. Kita bisa berolahraga sekaligus bertemu dan bersilaturahmi,β kata Hong Cieng.
Ia berharap kegiatan tersebut terus berlangsung. Menurutnya, kebiasaan berolahraga secara rutin membantu menjaga kebugaran, terutama bagi masyarakat yang mulai memasuki usia lanjut.
Rangkaian kegiatan di Pengasih berakhir dengan senam bersama. Antusiasme peserta memperlihatkan bahwa bertambahnya usia tidak harus membatasi seseorang untuk tetap aktif, bersosialisasi, dan menjaga kondisi tubuh sesuai kemampuan.
Melalui kegiatan tersebut, HESH Malioboro menyampaikan pesan sederhana namun kuat: tubuh perlu terus digerakkan, hubungan sosial perlu dirawat, dan olahraga dapat dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan setiap orang.**












