Daerah

Lapas Bengkalis Perkuat Karakter Warga Binaan Lewat Praktik Salat Fardu

×

Lapas Bengkalis Perkuat Karakter Warga Binaan Lewat Praktik Salat Fardu

Sebarkan artikel ini
Warga binaan dan santri mengikuti praktik salat fardu sebagai bagian dari pembinaan rohani di Masjid Al-Ihsan Lapas Kelas IIA Bengkalis, Sabtu (10/10/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Pembinaan di lembaga pemasyarakatan bukan semata-mata tentang menjalani hukuman, melainkan juga kesempatan membangun pribadi yang lebih baik. Semangat inilah yang menjadi bagian dari pembinaan rohani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis melalui praktik salat fardu bagi warga binaan dan santri.

Sebanyak 66 peserta mengikuti kegiatan tersebut di Masjid Al-Ihsan Lapas Kelas IIA Bengkalis, Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus upaya memenuhi hak warga binaan untuk menjalankan ibadah.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan mendorong perubahan positif.

“Pembinaan kerohanian merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan memperbaiki diri. Melalui kegiatan ibadah yang teratur, kami berharap Warga Binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan membangun semangat perubahan positif,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan berada dalam pengawasan Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), staf Bimkemaswat, serta petugas jaga. Pengawasan dan koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur.

Selain itu, Kalapas menginstruksikan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Praktik salat fardu menjadi salah satu program rutin Lapas Bengkalis untuk mendukung pembinaan kepribadian selama masa pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.**