RAKYAT45.COM – Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 16 Pekanbaru mengikuti pelatihan jurnalistik dan pengelolaan media sosial sekolah yang digelar mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Riau (Unri), Rabu (21/10/2026). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membekali siswa dengan keterampilan menulis berita, melakukan wawancara, mengambil foto jurnalistik, hingga membuat konten digital.
Pelatihan perdana tersebut berlangsung di Laboratorium Biologi SMA Negeri 16 Pekanbaru, Rumbai. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dasar jurnalistik dan pengelolaan media sosial yang dapat diterapkan untuk mendukung publikasi kegiatan sekolah.
Ketua Kelompok 1 Pengabdian kepada Masyarakat Mahasiswa Pascasarjana Universitas Riau, Syaiful Misgiono, S.Sos., mengatakan pertemuan pertama difokuskan pada pengenalan teknik dasar jurnalistik dan pengelolaan media sosial.

“Setelah pemberian materi hari ini, nanti akan dilanjutkan pada pekan depan dengan praktik lapangan. Jadi, siswa kami minta untuk praktik langsung bagaimana melakukan wawancara narasumber dan bagaimana menulis naskah berita,” ujarnya.
Menurut Syaiful, pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis berita. Para siswa juga akan mempelajari pembuatan konten video untuk dipublikasikan melalui kanal media sosial sekolah.
“Jadi, nanti siswa bisa menulis dan membuat konten sekaligus,” katanya.
Program pengabdian tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan dengan tiga kali pertemuan. Setelah mendapatkan materi dasar, siswa akan mengikuti praktik lapangan untuk mengasah keterampilan wawancara, penulisan berita, dan produksi konten digital.
Melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang informatif sekaligus mendukung penyebaran informasi mengenai berbagai kegiatan sekolah melalui platform digital.
Siswa Disiapkan Mendukung Publikasi Sekolah
Kepala SMA Negeri 16 Pekanbaru, Dr. Nurhafni, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan jurnalistik dan pengelolaan media sosial tersebut. Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius agar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh.
“Ikuti dengan serius apa yang diajarkan oleh abang-abang dan kakak-kakak ini, supaya kalian nanti bisa menerapkan ilmunya, bisa membuat konten dan menulis berita yang baik,” katanya.
Nurhafni menjelaskan, siswa yang mengikuti pelatihan nantinya akan diberdayakan untuk membantu menyuplai berita bagi situs web sekolah serta membuat konten untuk media sosial.
“Sehingga website sekolah dan media sosial kita nanti update terus dengan informasi-informasi terbaru yang menarik,” ujarnya.
Keterlibatan siswa diharapkan dapat membuat kanal informasi sekolah lebih aktif dalam menyampaikan kegiatan dan informasi terbaru kepada warga sekolah maupun masyarakat luas.
Sementara itu, dosen pembimbing kegiatan pengabdian, Dr. Genny Gustina Sari, mengatakan program tersebut merupakan bentuk penerapan pembelajaran pengabdian kepada masyarakat sekaligus pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh siswa dapat dikembangkan secara berkelanjutan, termasuk setelah rangkaian pelatihan selesai. Dukungan dan pendampingan dari guru di sekolah dinilai penting agar kemampuan jurnalistik dan kreativitas digital peserta terus berkembang.
“Kami tentu berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta dan sekolah. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan, jadi tidak selesai di pelatihan ini saja, tetapi nanti bisa dilanjutkan oleh peserta, tentu dengan bimbingan dari guru di sekolah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Riau berharap siswa SMA Negeri 16 Pekanbaru mampu mengembangkan keterampilan jurnalistik dan kreativitas digital. Para peserta juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menyampaikan informasi sekolah secara akurat, menarik, dan bertanggung jawab. (***)












