Rakyat45.com, Bengkalis – Perpaduan seni budaya Melayu, kreativitas mahasiswa, dan geliat usaha lokal mewarnai semarak BEM Festival 2026 Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng). Mengusung konsep Car Free Night, festival yang berlangsung, Sabtu (17/10/2026). Ini menghadirkan ruang hiburan sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar perayaan mahasiswa, BEM Fest 2026 menjadi panggung kolaborasi yang mempertemukan dunia kampus dengan masyarakat, sekaligus memperkuat ruang ekspresi generasi muda dan memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada khalayak luas.
Malam puncak festival tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pimpinan Polbeng, Camat Bengkalis, Kepala Desa Sungai Alam, serta perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Andris Wasono, AP., M.Si., hadir mewakili Bupati Bengkalis. Hadir pula Kapolsek Bengkalis yang mewakili Kapolres Bengkalis serta perwakilan bidang kebudayaan yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis.
Ketua Pelaksana BEM Fest 2026, Yuandrezal, mengawali rangkaian acara dengan menyampaikan apresiasi kepada panitia, sivitas akademika, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya festival tersebut.
“Kami bersyukur BEM Fest 2026 dapat terlaksana dengan lancar. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh panitia, dukungan sivitas akademika, partisipasi masyarakat, serta kontribusi berbagai pihak yang telah bersama-sama menyukseskan acara ini,” terang Yuandrezal kepada Rakyat45.com, Jumat (23/10/2026).
Ia secara khusus mengapresiasi Bengkalis Event Organizer (BEO) atas dukungan dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan. Menurutnya, kerja sama lintas pihak diperlukan agar mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan gagasan dan menyelenggarakan kegiatan yang berdampak positif.
“Terima kasih kepada Bengkalis Event Organizer dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan kreativitas, menyelenggarakan kegiatan positif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Dukungan dari lingkungan perguruan tinggi terlihat melalui kehadiran Wakil Direktur I Bidang Akademik Polbeng, Ir. Romadhoni, S.T., M.T., yang mewakili direktur. Ia didampingi Wakil Direktur II Bidang Umum dan Keuangan, Ir. Guswandi, S.T., M.T., serta Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ir. Marhadi Sastra, S.T., M.Sc.
Malam puncak BEM Fest 2026 kemudian resmi dibuka oleh Andris Wasono. Mewakili pemerintah kabupaten, ia menyampaikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa yang mendorong kreativitas generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Melayu.
“Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendukung kegiatan positif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menjaga kelestarian budaya Melayu. Kehadiran Car Free Night juga menjadi langkah positif dalam menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat serta membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Setelah prosesi pembukaan, panggung festival diisi pertunjukan musik, tari tradisional Melayu, dan berbagai penampilan seni lainnya. Rangkaian acara tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kesenian daerah kepada pengunjung.
Sementara itu, stan UMKM menghadirkan sisi ekonomi dari penyelenggaraan festival. Pelaku usaha lokal dapat memamerkan produk dan menjangkau calon konsumen, sedangkan pengunjung memperoleh kesempatan untuk mengenal beragam produk yang ditawarkan.
Melalui penyelenggaraan BEM Fest 2026, Polbeng mempertemukan potensi mahasiswa dengan kekayaan budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran kampus dalam mendorong kreativitas generasi muda, memperluas promosi UMKM, serta menjaga warisan budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis.**












