Daerah

Pengajian Lapas Bengkalis Diikuti 71 Peserta, Perkuat Iman dan Pembinaan Karakter

8
×

Pengajian Lapas Bengkalis Diikuti 71 Peserta, Perkuat Iman dan Pembinaan Karakter

Sebarkan artikel ini
Warga binaan dan santri mengikuti pengajian rutin di Masjid Al-Ihsan Lapas Kelas IIA Bengkalis sebagai bagian dari pembinaan rohani dan penguatan keimanan, Jumat (23/10/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Perubahan diri tidak hanya dibangun melalui kedisiplinan, tetapi juga melalui penguatan iman dan kesadaran moral. Semangat inilah yang mewarnai pengajian rutin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis yang diikuti 71 warga binaan dan santri di Masjid Al-Ihsan, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian melalui pendekatan spiritual. Pengajian berlangsung khidmat, aman, dan tertib, dengan pengawasan petugas untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tanpa gangguan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam mendukung proses pembentukan karakter warga binaan. Nilai-nilai keagamaan diharapkan menjadi landasan bagi mereka untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, dan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Pengawasan kegiatan dilakukan oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), bersama staf Bimkemaswat dan petugas jaga. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketertiban sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.

Priyo juga menginstruksikan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik agar menjalankan tugas secara bertanggung jawab sesuai prosedur. Petugas pembinaan dan pengamanan diminta memastikan setiap kegiatan yang melibatkan warga binaan berlangsung aman dan tertib.

Lapas Kelas IIA Bengkalis akan terus menggelar pengajian secara berkala sebagai bagian dari pemenuhan hak beribadah dan pembinaan moral. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan dapat memperkuat kehidupan spiritual, membangun kepribadian yang lebih baik, serta memiliki bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat.**