Presiden Menaman, Pengusaha Tambak Udang Menggarap Magrove

Ket : Saat Presiden RI menaman Mangrove di pantai wisata Raja Kecik desa Muntai Barat bergandengan dangan tambak udang baru (foto/Indra).
Ket : Saat Presiden RI menaman Mangrove di pantai wisata Raja Kecik desa Muntai Barat bergandengan dangan tambak udang baru (foto/Indra).

Bengkalis, Rakyat45.com – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menanam Mangrove di pantai wisata Raja Kecik desa Muntai Barat kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, 28 September 2022 yang lalu,

Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan bermacam cara terus berjuang dan berupaya untuk menyelamatkan pulau Bengkalis dari wilayah terdepan kedaulatan Indonesia dari abrasi pantai.

Tapi berbeda dengan pengusaha tambah udang yang membabat terus hutan Mangrove sampai bibir pantai perbatasan (HPT) Hutan Produktif Terbatas, di wilayah kecamatan Bengkalis, seperti Desa Sebauk, Desa Senerak, Desa Air Putih, Desa Penampi dan Desa Pematang Duku.

Ket foto : Pemilik tambak Udang membongkar pagar milik Pemkab Bengkalis
Ket foto : Pemilik tambak Udang membongkar pagar milik Pemkab Bengkalis

Berbeda pengusaha tambah udang di Desa Air Putih jalan Syahbandar II salah satu pengusaha tambak udang merusak Aset Daerah kabupaten Bengkalis.

Hasil pantauan tim investigasi di lapangan wartawan dan LSM Senin (11/10/2021). Pengusaha Tambak Udang tersebut diduga ingin melancarkan aktivitas untuk membangun tambak tersebut merusak pasilitas milik Pemkab Bengkalis terletak di desa Air Putih kecamatan Bengkalis.

Nah bagaimana sikap instansi terkait pengusaha Tambak Udang yang menggarap hutan mangrove sedangkan Presiden RI menanam Mangrove 20 ribu batang di pantai wisata Raja Kecik.

Ditempat terpisah, Koordinator Liputan Rakyat45.com mendatangi kantor Bea Cukai Bengkalis bidang Humas, Mulia Sinambela menjelaskan bawah sebelum memang benar kantor tersebut ingin di kasi ke Bae cukai Bengkalis.

Tetapi pihak Bea Cukai Bengkalis belum menerima bangunan tersebut, atau serah terima. untuk pembongkaran pagar tersebut masih hak Pemkab Bengkalis,”terang Humas Bea Cukai Bengkalis, Rabu (13/10/2021).

Sebelumnya dilansir liputan6.com Pada 22 April 2021, Lembaga pemerhati lingkungan ini mendesak Presiden bukan hanya sekadar menanam tapi juga memastikan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di Bengkalis berjalan efektif.

Wakil Koordinator Jikalahari Okto Yugo Setiyo meminta Jokowi menghentikan alih fungsi hutan mangrove menjadi tambak udang di Kabupaten Bengkalis. Kemudian memastikan kerjasama untuk menghentikan abrasi antara Pemerintah Bengkalis dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) terealisasi.

Sebab, kata Okto, khusus di Pulau Bengkalis, abrasi mencapai 10-15 meter per tahun akibat mangrove ditebang untuk panglong arang dan tambak udang oleh cukong.

sambung Okto, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menerima kunjungan sejumlah pengusaha tambak udang di Bengkalis.

Saat itu, Bagus menyampaikan, investor yang ingin memberikan kontribusi untuk masyarakat Bengkalis adalah suatu anugerah yang harus difasilitasi dan disambut baik.

“Kala itu, Bagus juga berjanji akan merumuskan peraturan bupati yang mempermudah investasi budidaya ikan atau udang,” jelas Okto.

Menurut Okto, pernyataan Bagus Santoso bertentangan dengan MoU antara BRGM dengan Bupati Bengkalis pada 23 April 2021 perihal melaksanakan restorasi gambut dan mangrove serta menangani abrasi di sekitar Bengkalis dan Rupat dengan anggaran Rp400 miliar.**

Reporter : Hamdan
Penulis : Indra

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto? Silakan SMS ke 085265736501 /082319676233 via EMAIL: pt.rakyat45pers@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*