Video call seks, Oknum PNS MW di Nias Mencoba Intimidasi dan Melaporkan Wartawan

NIAS, Rakyat45.com – Setelah media ini memberitakan Dugaan Video Call Seks (VCS) salah satu oknum PNS di Kabupaten Nias, yang baru di dapat informasi bahwa yang bersangkutan telah di mutasi di Sekolah Dasar (SD ) Negeri 071056, Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Senin (2/Mei/2022).

Berita yang di tayangkan Oleh media ini dengan Judul ” Foto Syur Perempuan Tengah Mengenakan Baju PNS Diduga Sedang Vidio Call Sex”, MW merasa terganggu dengan berita tersebut sehingga mencoba mengintimidasi wartawan dengan ancaman “Saohagolo, saya sudah jelaskan kepada saudara td masalah itu sdh ditangani polres, baik saya akan melaporkan balek saudara, karena saudara telah menyebarkan foto tsb ke media,” ancamnya MW, Kamis (28/4/2022), melalui Pesan WhastApp nya kepada wartawan.
Dimana sebelumnya wartawan ini telah melakukan konfirmasi kapada yang di duga Pelaku dalam Foto VCS tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kasus tersebut telah di laporkan di Polres.

“Iya, Itu sudah saya laporkan di Polres, silahkan tanya ke kuasa hukum saya dan tanya di Polres. itu kasus masih dalam proses belum selesai, ” jawab MW pada saat itu.

Intimidasi dan ancaman terhadap wartawan di tanggapi serius oleh Pemimpin redaksi Media Garda45.com Emos Gea, mengatakan bahwa terkait ancaman tersebut hal yang biasa.

“Itu Sudah jelas sumber dan foto oknum PNS tersebut yang sampai ke redaksi. Sepertinya MW yang di duga pelaku VCS ini sudah putus urat malunya atau ada kelainan, seharusnya segera di periksa beliau itu. Apa lagi dia selaku pengajar di Salah satu SD di Kabupaten Nias, bisa-bisa itu yang di ajarinnya kepada anak muridnya, apa kata Jokowi nantinya kalau seperti itu moral guru yang mengari anak anak di sekolah, bisa kacau,” di tanggapi Emos.

Emos selaku pemimpin redaksi Garda45.com berharap kalau sudah salah harus berani mengakui kesalahan jangan sebaliknya intimidasi dan ancam wartawan.
“Seharusnya MW itu, akui sajalah kesalahanya. Kalau sudah terlanjut hal hal seperti ini harus berani menanggung resikonya. Sebab, bagi yang mengakui kesalahanya ringan dosanya,” pinta Emos.
Terpisah, media ini mencoba konfirmasi kapada Kepala Sekolah SD Negeri 071056, Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Lianus Zebua membenarkan bahwa MW sekarang mengajar di sekolahnya kurang lebih satu bulan yang lalu sebagai wali kelas Dua.

“Sebenarnya kedatangan Guru baru MW kesekolah kami baru satu bulan dan tiba-tiba berita foto Syur sudah heboh di Media pak. Kamipun kaget dengan hal itu, kan sekolah kita ini sudah banyak kegiatan-kegitan yang positif yang telah kita lakukan selama ini bahkan salah satu kegiatan yang sudah kita sukseskan yaitu terkait Pencak Silat. Jangan Gara-gara berita Syur MW itu bisa hancur nama baik sekolah kita dan hancur di mata masyarakat, bahkan bisa jadi nantinya anak- anak yang sekolah di sini orang tuanya memindahkan di sekolah lain pak, “jelasnya dengan Kesal.

Tambah kepsek “Setelah ada MW di sekolah kami, kami susah bercanda dengan sesama guru pak, meskipun nantinya bukan sama dia kami bercanda, takutnya dia tersinggung, ” ujar Kepsek.

Sementara itu Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan melalui Plh. Kasi Humas Aiptu Yadsen F. Hulu ketika dikonfirmasi terkait laporan MW dengan Nomor : STPLP /85/ III /2022/ NS, belum ada jawaban hingga berita ini di tayangkan.

Reporter : KEND ZAI