Banner Website
Daerah

Panen Jagung di Lahan Gambut Bengkalis Tembus 7 Ton, Warga Bangkit di Tengah Cuaca Ekstrem

18
×

Panen Jagung di Lahan Gambut Bengkalis Tembus 7 Ton, Warga Bangkit di Tengah Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Panen Jagung di Lahan Gambut Bengkalis Tembus 7 Ton
anen jagung di lahan gambut Bengkalis menjadi harapan baru bagi warga Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. (R45/LW)

Rakyat45.com, Bengkalis – Panen jagung di lahan gambut Bengkalis menjadi harapan baru bagi warga Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Di tengah cuaca ekstrem dan keterbatasan fasilitas pertanian, masyarakat berhasil membuktikan lahan gambut pesisir tetap produktif dengan hasil panen mencapai 6 hingga 7 ton.

Hamparan jagung seluas sekitar dua hektare yang dikelola BUMDes Restu Bersama itu tumbuh subur meski hanya dirawat menggunakan peralatan sederhana. Penyiraman dilakukan secara manual setiap pagi dan sore oleh warga setempat.

Pj Kepala Desa Sukamaju, Sunarto, mengaku sempat pesimistis tanaman jagung dapat bertahan saat musim panas melanda wilayah tersebut.

“Kami sempat ragu karena saat penanaman cuaca sangat panas dan banyak terjadi kebakaran di mana-mana. Dengan alat seadanya, hanya menggunakan alat semprot manual untuk menyiram pagi dan sore, Alhamdulillah hari ini kita bisa melihat hasilnya,” ujar Sunarto dikutip Jumat (15/5/2026).

Bagi masyarakat Desa Sukamaju, keberhasilan panen perdana itu bukan sekadar hasil pertanian biasa. Panen tersebut menjadi bukti bahwa lahan gambut di wilayah pesisir masih memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Mayoritas warga desa selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Keberhasilan panen jagung itu pun mulai memunculkan optimisme baru di tengah tantangan perubahan cuaca dan keterbatasan sarana produksi.

Warga kini berharap adanya dukungan pemerintah, khususnya terkait ketersediaan pupuk bersubsidi dan pembangunan irigasi sederhana agar pengembangan komoditas lain seperti cabai bisa dilakukan secara maksimal.

“Saat ini warga berharap adanya dukungan pemerintah, terutama terkait pupuk bersubsidi dan pembangunan irigasi sederhana agar pengembangan tanaman lain seperti cabai dapat dilakukan,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, menilai keberhasilan tersebut menjadi contoh nyata semangat kemandirian desa dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Di tengah isu defisit dan efisiensi anggaran, masyarakat dan BUMDes justru membuktikan kemandirian pangan. Tanpa irigasi yang mewah, hanya dengan kerja keras mencangkul, lapangan yang gambut ini bisa menghasilkan 6 sampai 7 ton jagung,” katanya.

Menurutnya, potensi pertanian di kawasan pesisir Bengkalis masih sangat terbuka jika didukung pengelolaan yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat desa.

Dukungan terhadap pengembangan pertanian desa juga datang dari Polres Bengkalis. Wakapolres Bengkalis, Noak Aritonang, menegaskan pihaknya siap mendampingi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.***