Banner Website
Daerah

Jejak Ulama Bengkalis Abadi dalam Buku Jilid II, Menyalakan Inspirasi bagi Generasi Muda

42
×

Jejak Ulama Bengkalis Abadi dalam Buku Jilid II, Menyalakan Inspirasi bagi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Bupati Kasmarni, menyerahkan secara simbolis Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II kepada Ketua MUI Kabupaten Bengkalis saat peluncuran buku di Aula Bappeda Bengkalis, Selasa (12/5/2026)./R45/Inf.

Rakyat45.com, Bengkalis – Langkah para ulama dalam menyebarkan ilmu, menanamkan akhlak, dan menjaga marwah Melayu religius di Negeri Junjungan kini kembali diabadikan dalam sebuah karya bernilai sejarah.

Melalui Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menghadirkan rekam jejak tokoh-tokoh agama yang selama puluhan tahun menjadi penuntun kehidupan masyarakat.

Peluncuran buku tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring di Aula Bappeda Bengkalis, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutannya, Kasmarni menegaskan bahwa buku itu bukan sekadar kumpulan catatan biografi, melainkan warisan intelektual dan spiritual yang memiliki makna besar bagi perjalanan daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya karakter, akhlak, serta nilai spiritual masyarakat yang diwariskan para ulama dari masa ke masa.

“Para ulama telah menjadi pelita bagi kehidupan umat melalui ilmu, kesabaran, dan keteladanan. Buku ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan moral masyarakat,” ujar Kasmarni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut, mulai dari tim penulis, editor, keluarga ulama, hingga para tokoh masyarakat yang turut memberikan data dan informasi sejarah.

Kasmarni menilai para ulama Bengkalis bukan hanya dikenal sebagai pendakwah, tetapi juga pendidik dan pemersatu umat yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai Islam serta memperkuat identitas budaya Melayu di daerah itu.

“Tokoh-tokoh ulama yang ditulis dalam buku ini merupakan figur luar biasa. Mereka hadir tidak hanya di mimbar dakwah, tetapi juga menjadi panutan masyarakat dan pejuang yang mempererat persatuan umat,” katanya.

Ia berharap Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II dapat menjadi bacaan inspiratif di sekolah, pesantren, majelis taklim, maupun di tengah masyarakat luas agar nilai perjuangan para ulama terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kasmarni juga mengajak generasi muda menjadikan para ulama sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah.

“Semoga buku ini menjadi jembatan untuk memperkuat kecintaan kita kepada para ulama serta melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah mereka wariskan,” tuturnya.

Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan buku oleh Bupati Bengkalis, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama keluarga para ulama yang kisah perjuangannya termuat dalam jilid kedua tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bengkalis, Amrizal, mengungkapkan bahwa jumlah tokoh ulama yang telah dimuat dalam dua jilid buku kini mencapai 66 orang.

Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa ulama-ulama Bengkalis memiliki pengaruh besar dalam perjalanan sejarah daerah, baik dalam bidang dakwah, pendidikan, maupun perjuangan sosial kemasyarakatan.

“Ulama Kabupaten Bengkalis tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi pelopor pendidikan, penggerak sosial masyarakat, bahkan ikut berjuang melawan penjajah,” ungkap Amrizal.

Melalui penerbitan jilid kedua ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali menegaskan komitmennya menjaga jejak sejarah dan menghargai peran para ulama sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berbudaya.**