Banner Website
Daerah

Bujang Dara Meranti 2026 Terpilih, Mahkota Jadi Mandat Promosi Daerah

24
×

Bujang Dara Meranti 2026 Terpilih, Mahkota Jadi Mandat Promosi Daerah

Sebarkan artikel ini
Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda berfoto bersama usai dinobatkan sebagai Bujang dan Dara Meranti 2026 pada Grand Final Pemilihan Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti di Afifa Sport Center Selatpanjang, Sabtu (8/8/2026)./R45/AH.

Rakyat45.com, Selatpanjang – Bujang Dara Meranti 2026 telah menemukan pemilik mahkotanya. Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang 1 dan Dara 1 Kabupaten Kepulauan Meranti 2026; namun gelar tersebut sekaligus membuka tugas baru untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.

Keduanya dinobatkan dalam Grand Final Pemilihan Bujang Dara Kabupaten Kepulauan Meranti di Afifa Sport Center Selatpanjang, Sabtu (8/8/2026) malam.

Mengusung tema “Sagu Meranti Mendunia: Sinergi Muda, Pesona Budaya dan Inovasi Ekonomi Kreatif”, ajang tersebut tidak hanya mencari sosok yang unggul dalam penampilan, tetapi juga generasi muda yang mampu merepresentasikan identitas dan potensi Kepulauan Meranti.

Fazya dan Halda selanjutnya akan membawa nama Kepulauan Meranti pada Pemilihan Bujang Dara tingkat Provinsi Riau. Tugas itu membuat gelar yang mereka sandang memiliki makna lebih luas daripada sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kepulauan Meranti Saiful Bakhri mengatakan, Bujang Dara harus mampu menjadi mitra pemerintah dalam memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat luas.

“Bujang Dara berfungsi sebagai garda terdepan dalam mempromosikan potensi lokal. Mulai dari kekayaan budaya, wisata hingga potensi sagu,” ujarnya dalam laporan kegiatan.

Saiful menilai perkembangan teknologi digital membuka ruang lebih besar bagi Bujang Dara untuk memperkenalkan Meranti. Karena itu, para pemenang dan alumni diharapkan tidak berhenti setelah malam penobatan.

“Bukan hanya sekadar lomba kecantikan atau lomba ganteng. Bujang Dara maupun alumninya harus menjadi jembatan untuk memajukan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Kepulauan Meranti. Ambil ruang itu dan manfaatkan kemajuan teknologi untuk mengenalkan daerah kita,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin. Ia mengapresiasi panitia serta seluruh pihak yang terlibat sekaligus menegaskan bahwa grand final merupakan proses memilih representasi terbaik daerah.

“Sekali lagi, malam final ini bukan malam kompetitor. Kita memilih putra-putri terbaik Kabupaten Meranti yang akan menjadi wakil kita pada Bujang dan Dara Provinsi Riau,” kata Muzamil.

Menurut Muzamil, status sebagai Bujang dan Dara membawa tanggung jawab untuk memperkenalkan daerah sekaligus menjaga identitas budaya Melayu.

“Ketika seseorang dinobatkan sebagai Bujang dan Dara Kabupaten Meranti, melekat di pundaknya tanggung jawab untuk memperkenalkan daerah, menjaga marwah dan budaya Melayu, serta mempromosikan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kualitas peserta tidak dapat diukur hanya melalui penampilan. Karakter dan kepribadian menjadi bagian penting dari sosok yang dipercaya membawa nama daerah.

“Bujang dan Dara bukan hanya tentang kecantikan atau ketampanan. Inner beauty juga harus diperhitungkan,” katanya.

Muzamil menyebut generasi muda perlu memiliki empati, adab, kesopanan dan rasa percaya diri. Menurutnya, pemilihan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membentuk karakter anak muda Meranti.

Ia kemudian mendorong Bujang dan Dara terpilih memanfaatkan media sosial untuk membangun narasi positif tentang kampung halaman.

“Gunakan kemajuan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan kampung halaman yang kita cintai ini,” katanya.

Menurutnya, Meranti memiliki kekayaan yang dapat diangkat ke publik, mulai dari sejarah, tradisi Melayu, alam, kuliner, kerajinan, seni dan budaya, ekonomi kreatif hingga destinasi wisata.

“Bila perlu, perkenalkan Meranti ke seluruh dunia. Kami berharap Bujang dan Dara menjadi mercusuar untuk memperkenalkan Meranti kepada dunia luar,” ujarnya.

Muzamil juga mengingatkan bahwa mahkota bukan ukuran akhir keberhasilan seorang Bujang maupun Dara. Ukuran yang lebih penting, kata dia, adalah dampak yang diberikan kepada masyarakat dan daerah.

“Jangan pernah mengukur keberhasilan hanya dari mahkota yang dikenakan di kepala. Ukurlah dari berapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjutnya, akan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi dan ikut mengambil peran dalam pembangunan.

Muzamil juga meminta seluruh finalis menjaga sportivitas serta menerima proses kompetisi secara sehat.

“Berkompetisilah dengan baik dan fair. Jangan saling mengklaim, jangan saling memfitnah, apalagi saling menuduh,” pesannya.

Kepada dewan juri, ia meminta penilaian dilakukan secara profesional agar ajang tersebut menghasilkan wakil yang benar-benar mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

“Buktikan bahwa anak-anak Meranti mampu berdiri sejajar dengan generasi muda terbaik di negeri ini,” pungkasnya.

Pemilihan Bujang Dara Meranti 2026 ditaja Disporapar bekerja sama dengan event organizer (EO) dari Kopja Pewarta Wibawa Investasi (Kopja PWI). Proses seleksi berlangsung sejak 2 Agustus 2026 melalui tahapan wawancara dan seleksi finalis, kemudian dilanjutkan penentuan nomor urut dan pasangan.

Tahapan berikutnya mencakup pemotretan resmi pada 5 Agustus, pembekalan pada 6 Agustus, serta gladi bersih pada 7 Agustus sebelum memasuki malam puncak.

Sebanyak 46 orang mendaftar dalam ajang tersebut, terdiri atas 21 Bujang dan 25 Dara. Dari jumlah itu, terpilih 24 finalis atau 12 pasangan yang tampil pada grand final.

Para finalis berasal dari sejumlah kecamatan di Kepulauan Meranti, antara lain Tebing Tinggi Barat, Rangsang, Rangsang Barat, Tebing Tinggi Timur, Merbau, Tasik Putri Puyu, serta peserta kategori umum.

Hasil akhir menempatkan Muhammad Fazya Kurniawan dengan nomor peserta 07 sebagai Bujang 1 Meranti 2026. Sementara Halda Mirsyanda, peserta nomor 04, meraih gelar Dara 1 Meranti 2026.

Gelar Bujang 2 diraih Muhammad Haji Ramza, nomor peserta 15, sedangkan Dara 2 menjadi milik Rahayu Safitri, nomor peserta 06.

Posisi Bujang 3 ditempati Muhammad Rido Islamy, nomor peserta 09. Adapun Dara 3 diraih Zahra Sintia Asmara, nomor peserta 24.

Grand final turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharuddin, Kepala Disporapar Saiful Bakhri, anggota DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK, perwakilan Polres, Kejari, Posal, LAMR, MUI, kepala OPD, dewan juri, tokoh masyarakat, tokoh agama, peserta serta tamu undangan lainnya.

Penobatan Fazya dan Halda kini menjadi awal perjalanan baru. Mereka tidak hanya membawa gelar Bujang dan Dara Meranti, tetapi juga dituntut membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi penghubung antara kekayaan budaya, potensi ekonomi kreatif, pariwisata dan wajah Meranti di tengah derasnya ruang digital.**