Rakyat45.com, Pekanbaru – Karhutla Kota Pekanbaru menjadi ancaman yang tak bisa ditangani dengan sekadar mengandalkan batas wilayah administratif. Kawasan perbatasan dinilai membutuhkan kesiapsiagaan bersama karena kebakaran yang muncul di satu daerah dapat dengan cepat berdampak ke wilayah lain.
Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta pemerintah daerah yang berbatasan dengan Pekanbaru membangun koordinasi lebih kuat. Menurutnya, pola penanganan harus memungkinkan pemerintah saling membantu ketika lokasi kebakaran berada dekat dengan wilayah kota.
“Kalau titik kebakaran dekat ke Kota Pekanbaru, bisa kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, artinya kita yang menanganinya,” kata Sabarudi, Jumat (21/8/2026).
Sementara pencegahan harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru memperkuat imbauan di kawasan perbatasan agar warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menciptakan titik api.
“Perlu ada imbauan agar tidak membuat titik-titik kebakaran, termasuk membakar sampah. Karena saya lihat masih banyak warga yang membakar. Itu juga perlu jadi perhatian,” jelasnya.
Ia menilai edukasi publik menjadi bagian penting dalam memutus potensi kebakaran sejak awal. Warga perlu memahami bahwa pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang menghasilkan api dapat membawa dampak lebih luas, termasuk terhadap kualitas udara di Pekanbaru.
Upaya tersebut, kata Sabarudi, harus berjalan beriringan dengan koordinasi antarpemerintah. Keterbatasan peralatan di tingkat kota membuat dukungan dari pemerintah provinsi dan daerah sekitar menjadi penting ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan lebih besar.
“Sebenarnya ada beberapa langkah, harus koordinasi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan alat-alat di kota. Bisa bekerja sama dengan provinsi,” jelasnya.
Kesiapan peralatan pemadam juga menjadi perhatian. Sabarudi berharap Pemko Pekanbaru secara bertahap melengkapi sarana yang tersedia sehingga petugas dapat bergerak lebih cepat ketika kebakaran terjadi.
“Di samping kita juga secara bertahap, berusaha untuk melengkapi alat yang kita miliki sendiri. Kita berharap ke depan itu lengkap. Saya yakin Pemko memperhatikan itu,” kata Sabarudi.
Penguatan kerja sama, pencegahan berbasis edukasi, serta kelengkapan peralatan menjadi langkah yang didorong DPRD Pekanbaru untuk menghadapi potensi Karhutla. Strategi tersebut diharapkan membuat respons tidak berhenti pada pemadaman, tetapi dimulai sejak ancaman kebakaran belum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.**












