Ekbis

PHR Temukan Cadangan Minyak Baru di Rohil, Produksi Tembus 599 BOPD

×

PHR Temukan Cadangan Minyak Baru di Rohil, Produksi Tembus 599 BOPD

Sebarkan artikel ini
PHR Temukan Cadangan Minyak Baru di Rohil, Produksi Tembus 599 BOPD
PHR Temukan Cadangan Minyak Baru di Rohil. (Foto: PHR)

RAKYAT45.COM – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencatatkan capaian positif melalui penemuan sumur minyak baru P_KIRA24_01 (KIRA00003) di Lapangan Kirana, Wilayah Kerja (WK) Rokan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Langkah progresif ini direalisasikan melalui skema percepatan Surat Edaran (SE) SKK Migas guna memperkuat pasokan energi nasional.

Pada pengujian awal yang berlangsung 19 Agustus 2026, sumur tipe S (S-Type) tersebut mencatatkan tambahan produksi minyak sebesar 599 Barrel Oil Per Day (BOPD). Penetrasi lapangan ini menghasilkan total fluida 749 Barrel Fluid Per Day (BFPD) dengan tingkat kandungan air (water cut) terkendali di kisaran 21 persen.

Pengeboran sumur KIRA00003 menembus lapisan Pematang hingga kedalaman 5.011 feet Measured Depth (ftMD) memanfaatkan Rig Drilling BDSI-19. Hasil evaluasi mengonfirmasi kualitas reservoir dan indikasi hidrokarbon yang sangat menjanjikan bagi pengembangan area tersebut.

General Manager (GM) Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang mengedepankan aspek keselamatan serta kolaborasi erat antar-pemangku kepentingan.

“Alhamdulilah melalui keberhasilan Sumur KIRA00003 menjadi tambahan produksi bagi PHR Zona Rokan. Tambahan produksi ini menjadi komitmen PHR untuk menjaga ketahanan energi nasional,” jelas Andre Wijanarko.

Sinergi intensif antara PHR dan SKK Migas terbukti memangkas waktu pematangan hingga eksekusi potensi minyak di Lapangan Kirana, dengan tetap mematuhi regulasi serta standar teknis yang berlaku. Keberhasilan ini mempertegas bahwa berbagai struktur di Zona Rokan masih menyimpan potensi hidrokarbon melimpah yang siap dimonetisasi secara cepat dan tepat.

“Capaian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pendekatan serupa pada kandidat lapangan lainnya, sehingga peluang produksi dapat dieksekusi lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi Zona Rokan dan produksi migas nasional,” tutup Andre Wijanarko.***