Daerah

Hadiri Rakernas JKPI XII, Sekda Mahadar Dorong Transformasi Kabupaten Siak Berbasis UMKM Kreatif

×

Hadiri Rakernas JKPI XII, Sekda Mahadar Dorong Transformasi Kabupaten Siak Berbasis UMKM Kreatif

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Siak Dorong Transformasi Kota Pusaka Berbasis UMKM
Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar. (r45/mcs)

RAKYAT45.COM – Kabupaten Siak menegaskan komitmennya dalam pelestarian warisan budaya sekaligus memacu pemanfaatan ekonomi historis pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII 2026. Acara tersebut berlangsung di pelataran Titik Nol Landmark Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (28/8/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, memimpin langsung delegasi Siak dengan didampingi sang istri, Ny. Erdawati. Forum ini menjadi sarana strategis bagi Siak untuk menyumbangkan gagasan pembangunan heritage city yang berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Rangkaian kegiatan mencakup penyerahan Bendera Pataka Rakernas JKPI XII kepada Ketua TP PKK Kota Bandung, Aryatri Farhan, yang mewakili Wali Kota Bandung selaku tuan rumah Rakernas JKPI XIII tahun 2027. Simbolisasi ini menandai estafet kolaborasi merawat pusaka Nusantara dari timur hingga barat Indonesia.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menekankan pentingnya sinergi antarwilayah melalui pengoperasian nilai sejarah. Hubungan Ternate sebagai pusat rempah dunia dan Bandung sebagai kota inovasi budaya membuktikan bahwa sejarah merupakan kekuatan masa depan NKRI. Kerja sama JKPI ke depan berfokus pada pertukaran budaya, perlindungan cagar budaya, optimalisasi ekonomi kreatif, serta inovasi tata kelola kota berkelanjutan.

Di sela acara, Mahadar menyampaikan pandangan strategis Siak. Ia menekankan bahwa status Kota Pusaka tidak boleh sekadar menjadi pajangan sejarah, melainkan harus bertransformasi menjadi penggerak ekonomi modern melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kreatif.

“Kabupaten Siak berkomitmen menyelaraskan status heritage city dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Karakter sejarah Siak yang kuat adalah modal utama. Ide besarnya adalah mengintegrasikan pariwisata sejarah dengan ruang hidup UMKM kreatif,” ujar Mahadar.

Siak mendorong pelaku UMKM lokal memproduksi suvenir, kain tenun Siak, kuliner khas, dan kerajinan tangan yang dikemas dengan narasi sejarah (storytelling) kuat untuk meningkatkan nilai jual. Kawasan cagar budaya Siak juga direvitalisasi menjadi ruang kreatif untuk pameran produk lokal serta pertunjukan seni tanpa merusak keotentikan situs bersejarah.

Selain itu, Pemkab Siak melibatkan pelaku ekonomi kreatif digital untuk mengemas sejarah daerah ke dalam platform digital, aplikasi wisata, dan konten kreatif demi menggaet wisatawan muda. Melalui forum JKPI, Kabupaten Siak berharap lahir kebijakan nasional yang mendukung pendanaan serta pendampingan bagi UMKM di kawasan bersejarah.

Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal, menutup rangkaian acara dengan mengapresiasi antusiasme peserta sekaligus mengesahkan estafet kepemimpinan Ketua Presidium JKPI dari Wali Kota Yogyakarta kepada Wali Kota Ternate.***