RAKYAT45.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi memasang perangkat internet satelit di Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Dayun, kawasan Taman Nasional Zamrud, Kamis (27/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kendala keterbatasan jaringan komunikasi atau blank spot yang selama ini menghambat koordinasi penanganan kebakaran di lapangan.
Kondisi geografis Taman Nasional Zamrud yang terisolasi dari jangkauan sinyal seluler sebelumnya membuat pelaporan titik api dan permohonan bantuan tidak dapat dilakukan secara real-time. Pemasangan fasilitas internet berbasis satelit oleh tim teknis Diskominfo Siak kini memastikan ketersediaan konektivitas yang lebih stabil bagi para petugas.
“Posko Karhutla ini berada di kawasan yang akses internetnya masih terbatas atau blank spot. Sementara dalam penanganan Karhutla, komunikasi dan pertukaran informasi menjadi kebutuhan yang sangat penting,” kata Kepala Diskominfo Kabupaten Siak, Rozi Chandra, Jumat (28/8/2026).
Ketersediaan akses komunikasi yang memadai diharapkan dapat mempercepat penyampaian laporan perkembangan Karhutla langsung dari lokasi kejadian kepada tim komando pusat. Kelancaran arus data menjadi faktor krusial dalam mendukung efektivitas operasi pemadaman dan menjaga keselamatan personel.
“Informasi mengenai kondisi di lapangan harus dapat diterima dan diteruskan dengan cepat kepada pihak-pihak terkait. Dengan konektivitas yang baik, koordinasi, pemantauan, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terpadu,” ujar Rozi.
Infrastruktur teknologi yang disiagakan Pemkab Siak ini dirancang untuk menjamin keandalan sarana komunikasi darurat yang terintegrasi secara berkelanjutan. Fasilitas tersebut memungkinkan pengiriman data pemantauan titik api dapat diproses tanpa mengalami penundaan teknis.
Kehadiran jaringan internet satelit ini memastikan setiap perubahan situasi maupun pergerakan api di Taman Nasional Zamrud dapat segera ditindaklanjuti secara cepat. Petugas pemadam di garis depan kini tidak perlu lagi keluar dari kawasan hutan hanya untuk mengirimkan laporan kebencanaan.
Integrasi sistem komunikasi darurat ini sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya mitigasi kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Siak. Pengawasan kawasan hutan lindung akan terus ditingkatkan seiring tersedianya dukungan teknologi informasi di posko lapangan.***












