Daerah

Wabup Siak Dorong Perusahaan Jaga Lahan, PT KTU Siagakan 5 Menara Pantau

×

Wabup Siak Dorong Perusahaan Jaga Lahan, PT KTU Siagakan 5 Menara Pantau

Sebarkan artikel ini
Wabup Siak Syamsurizal bersama Dandim 0322/Siak dan Kapolres Siak saat Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Darurat Karhutla 2026 di Sport Center PT KTU, Kamis (27/8/2026)./R45/Suhardi.

Rakyat45.com, Siak – Api dapat bermula dari satu titik, tetapi dampaknya tidak mengenal batas wilayah. Asap yang ditimbulkan bisa bergerak melewati kawasan operasional hingga permukiman masyarakat. Karena itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal meminta perusahaan ikut menjaga lahan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan tersebut disampaikan Syamsurizal saat memimpin Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Darurat Karhutla 2026 di Sport Center PT Kimia Tirta Utama (KTU), Jalan Pertamina Kilometer 2, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kamis (27/8/2026).

Syamsurizal mengatakan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan perusahaan. Menurut dia, keterlibatan dunia usaha tidak cukup hanya memastikan keamanan kawasan sendiri, tetapi juga perlu memperhatikan lingkungan di sekitarnya.

“Kami berharap perusahaan yang ada di Kabupaten Siak dapat menjaga lahan masyarakat yang ada di sekitarnya, sebagai bentuk antisipasi karhutla agar daerah kita ini tidak terkena dampak buruk dari asap kebakaran yang berbahaya,” ujar Syamsurizal.

Catatan kebakaran sepanjang Agustus menunjukkan ancaman karhutla masih perlu diwaspadai. Kebakaran terjadi di Kampung Buatan II seluas 7 hektare, Kampung Mengkapan 0,5 hektare, dan Kampung Penyengat seluas 6 hektare. Seluruh lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan.

Penanganan juga masih berlangsung untuk kebakaran lahan di Kecamatan Koto Gasib dan Dayun. Kondisi itu membuat kesiapan sumber daya manusia dan sarana pemadaman menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

Kesiapan tersebut diperlihatkan PT KTU melalui pengecekan sarana prasarana dan simulasi pemadaman. Personel memperagakan penggunaan peralatan untuk memastikan prosedur penanganan dapat dijalankan ketika terjadi keadaan darurat.

Bagi Syamsurizal, kemampuan personel harus berjalan beriringan dengan dukungan peralatan. Ia juga mendorong penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA) di kampung-kampung sekitar kawasan perusahaan agar masyarakat memiliki kemampuan menghadapi potensi kebakaran sejak tahap awal.

“Langkah ini tidak boleh berhenti di sini saja. Kita harus meningkatkan kemampuan kita dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, untuk itu kita terus meningkatkan keterampilan dan di dukung sarana prasarana yang baik agar mudahkan dalam pekerjaan,” kata dia.

Asisten Sustainability PT KTU Syamri Kardo mengatakan perusahaan melakukan pencegahan melalui pembinaan MPA, patroli bersama, pemantauan kawasan, serta kesiapan regu pemadam. Setiap MPA yang dibina terdiri atas lima orang yang telah memperoleh sosialisasi dan mengikuti kegiatan patroli.

“Untuk MPA, masing-masing ada lima orang. Kita sudah lakukan sosialisasi dan pernah juga melakukan patroli bersama. Untuk kegiatan MPA sendiri kita berkolaborasi agar mereka siap kapan saja dalam penanganan karhutla,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pengenalan titik api, PT KTU menyiagakan lima menara pantau dengan ketinggian sekitar 25 meter. Petugas ditempatkan untuk melakukan pemantauan setiap jam terhadap kemungkinan munculnya hotspot maupun fire spot.

“Pemantauan api kami menggunakan lima menara pantau setinggi sekitar 25 meter. Ada petugas yang piket dan memantau setiap jam. Hotspot kita pantau terus, serta kita di Kecamatan Koto Gasib ini kita saling update informasi dengan pak camat juga. Misalnya seandainya kendalanya sudah skala nasional, kita siap nanti, sama manggala Agni kami juga lakukan koordinasi,” ujarnya.

Selain menara pantau, PT KTU memiliki tiga regu pemadam kebakaran dengan 45 personel dalam satu regu. Kekuatan tersebut didukung dua unit mobil pemadam kebakaran, kendaraan patroli, pompa portabel berdaya 5 horsepower (HP), pompa induk 25 horsepower (HP), serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Pemantauan kemudian diperkuat dengan pemanfaatan Dashboard Lancang Kuning Polda Riau. Sistem tersebut digunakan untuk melihat perkembangan hotspot dan fire spot yang menjadi dasar petugas melakukan ground check ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Rangkaian pengawasan itu menghubungkan pemantauan lapangan, informasi berbasis sistem, kesiapan personel, serta keterlibatan masyarakat. Bagi Pemkab Siak dan PT KTU, pola tersebut menjadi bagian dari langkah menghadapi ancaman karhutla selama masa siaga darurat 2026.**