Banner Website
Ragam

Jaga Daya Beli Warga, BULOG DIY Tegaskan Harga Beras dan Minyakita Tetap Sesuai HET

66
×

Jaga Daya Beli Warga, BULOG DIY Tegaskan Harga Beras dan Minyakita Tetap Sesuai HET

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi berdialog dengan pedagang saat memantau harga dan stok beras SPHP serta Minyakita di pasar Yogyakarta, Selasa (24/2/2026)./R45/Ags.w

Rakyat45.com, Yogyakarta – Ketahanan pangan menjadi fondasi ketenangan publik setiap kali Hari Besar Keagamaan Nasional tiba. Menyongsong Idul Fitri 2026, Perum BULOG memastikan denyut distribusi beras dan minyak goreng rakyat tetap stabil di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, turun langsung meninjau sejumlah pasar pada Selasa, 24 Februari 2026. Pasar Prawirotaman menjadi salah satu titik pantau untuk membaca secara faktual pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok di tingkat pedagang.

Hasil inspeksi menunjukkan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp62.000 per kemasan 5 kilogram. Sementara itu, minyak goreng rakyat Minyakita diperdagangkan sekitar Rp15.500 per liter. Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) mencatat rata-rata harga beras medium di DIY sebesar Rp13.245 per kilogram dan Minyakita Rp15.560 per liter, angka yang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Stabilitas tersebut, menurut Dedi, merupakan hasil pengawasan rutin yang diperketat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Monitoring harga dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada gejolak signifikan yang dapat membebani daya beli masyarakat.

“Kami memastikan harga tetap terkendali dan stok dalam kondisi sangat cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi Idul Fitri,” ujarnya.

Langkah di Yogyakarta merupakan bagian dari inspeksi pasar serentak yang digelar BULOG di berbagai wilayah Indonesia pada hari yang sama. Dari tingkat pusat, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menginstruksikan seluruh jajaran kantor wilayah dan cabang untuk memperkuat pengawasan harga serta distribusi beras dan Minyakita selama periode Ramadan dan Lebaran.

Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah dilaporkan mencapai sekitar 3,5 juta ton dalam kondisi aman. Penyaluran Minyakita pun dikawal melalui skema distribusi langsung dari gudang BULOG ke pasar rakyat dan pasar induk, guna menjaga harga tetap sesuai HET dan mencegah rantai distribusi yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Penguatan koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta instansi terkait untuk mengantisipasi spekulasi dan gangguan pasokan. Pendekatan ini menempatkan stabilitas pangan bukan sekadar urusan logistik, melainkan bagian dari menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dengan kombinasi stok memadai, distribusi terkontrol, serta pengawasan lapangan yang konsisten, BULOG menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan pasar hingga pasca-Lebaran 2026. Ketika harga terkendali dan pasokan terjamin, ruang bagi masyarakat untuk merayakan hari kemenangan pun terbuka tanpa bayang-bayang kecemasan kebutuhan pokok.” pungkas Dedi.**