Banner Website
Daerah

Warga Dukung Pembangunan Transdepo Agrowisata, Minta Prioritaskan Lingkungan dan Tenaga Kerja Lokal

60
×

Warga Dukung Pembangunan Transdepo Agrowisata, Minta Prioritaskan Lingkungan dan Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Warga Dukung Transdepo Agrowisata, Minta Libatkan Warga
Rapat pembahasan pembangunan transdepo yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Agrowisata, Jumat (5/6/2026).

Rakyat45.com, Pekanbaru – Rencana pembangunan Transdepo Agrowisata di Kecamatan Rumbai Barat mendapat dukungan dari masyarakat. Namun, warga meminta Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan fasilitas pengelolaan sampah tersebut tetap ramah lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dukungan itu mengemuka dalam rapat pembahasan pembangunan transdepo yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Agrowisata, Jumat (5/6/2026). Pertemuan tersebut dipimpin Camat Rumbai Barat, Mirwansyah, dan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Reza Aulia Putra, unsur TNI-Polri, perangkat kelurahan, pengurus RT/RW, serta tokoh masyarakat.

Mirwansyah menjelaskan rapat digelar untuk menampung aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan transdepo yang akan menjadi salah satu fasilitas pendukung pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru.

Sementara itu, Reza Aulia Putra menerangkan transdepo berfungsi sebagai lokasi penampungan sementara dan pemilahan sampah sebelum diangkut menuju TPA 2 di Kelurahan Muara Fajar Timur.

“Sehingga, sampah tidak menumpuk terlalu lama di lokasi,” jelasnya.

Meski mendukung program tersebut, sejumlah peserta rapat menyampaikan berbagai masukan. Babinsa Kelurahan Agrowisata, Serda Harfan, menilai sosialisasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan agar warga memahami fungsi dan manfaat keberadaan transdepo.

Hal senada disampaikan Ketua RT 04 Kelurahan Agrowisata, Dedi Rianto. Ia berharap tenaga kerja yang nantinya bertugas di fasilitas tersebut dapat diprioritaskan berasal dari lingkungan sekitar.

Menurutnya, keberadaan transdepo tidak hanya membantu pengelolaan sampah kota, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Di sisi lain, Ketua Forum RT/RW Kelurahan Agrowisata, Jefri, mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan jalur alternatif armada pengangkut sampah untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas warga.

“Kami mendukung program pemerintah. Untuk akses jalan, kami akan kami carikan solusi dan dilakukan pengalihan apabila diperlukan,” katanya kepada Rakyat45.com, Sabtu (6/6/2026).

Dukungan serupa disampaikan tokoh masyarakat Agrowisata, Awaldi Hasibuan. Menurutnya, setelah mendapatkan penjelasan dari pemerintah, masyarakat memahami bahwa transdepo hanya berfungsi sebagai tempat pemilahan sebelum sampah dibawa ke TPA.

“Kami mendukung program pemko dalam upaya menjaga kebersihan kota. Namun, kami meminta truk pengangkut sampah ditutup agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Awaldi berharap peluang usaha dan lapangan kerja yang muncul dari operasional transdepo dapat melibatkan warga sekitar, baik sebagai petugas operasional maupun pelaku usaha pendukung.

Dukungan juga datang dari warga Kelurahan Maharani yang menjadi salah satu wilayah yang akan dilalui armada pengangkut sampah menuju TPA 2. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Maharani, Surhardi, menegaskan pihaknya tidak keberatan dengan rencana pembangunan transdepo tersebut.

“Ini merupakan program pemerintah. Pada prinsipnya, kami tidak ada masalah,” katanya.

Menurut Surhardi, pihaknya akan berkoordinasi dengan warga yang tinggal di sepanjang jalur yang akan dilalui kendaraan pengangkut sampah. Ia juga mengusulkan agar jam operasional armada diatur pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Untuk diketahui, lokasi transdepo direncanakan berada di Jalan Sri Kurnia, tepat di samping lahan cadangan pangan milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Jalur pengangkutan sampah menuju TPA 2 akan melintasi wilayah Kelurahan Maharani sebelum terhubung ke Jalan Pekanbaru-Minas.

Rencana rute tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama pengurus RT/RW dan masyarakat di kedua kelurahan. Seluruh pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi guna memastikan program pengelolaan sampah berjalan optimal dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.***