Banner Website
Daerah

Data Statistik BPS Riau Jadi Acuan Utama Pemprov Susun Kebijakan Pembangunan

16
×

Data Statistik BPS Riau Jadi Acuan Utama Pemprov Susun Kebijakan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Data Statistik BPS Riau Jadi Acuan Kebijakan Pemprov
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Drs H Supriyadi MSi. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Data Statistik BPS Riau kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Riau. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau dinilai menjadi rujukan penting untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan tepat sasaran dan berbasis fakta.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Drs H Supriyadi MSi, saat menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Riau di Kantor BPS Riau, Senin (3/8/2026).

Dari pantauan Rakyat45.com, Supriyadi menyebut data statistik tidak hanya menjadi laporan rutin, tetapi juga instrumen strategis dalam membaca perkembangan ekonomi, mengevaluasi capaian pembangunan, hingga menentukan arah kebijakan daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BPS Provinsi Riau atas kinerja profesional yang secara konsisten terus menghadirkan data statistik yang akurat, objektif, serta kredibel. Data tersebut kami gunakan sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan dan perumusan kebijakan pembangunan di daerah,” ujarnya.

Menurut Supriyadi, Pemerintah Provinsi Riau menjadikan seluruh indikator yang diterbitkan BPS sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan, termasuk untuk mengawal pelaksanaan RPJMD Provinsi Riau 2025–2029.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian pemerintah adalah inflasi karena berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat dan daya beli.

“Bagi kami, pengendalian inflasi bukan semata-mata soal target ekonomi makro, tetapi juga merupakan upaya melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas kehidupan,” katanya.

Ia mengungkapkan, inflasi Provinsi Riau pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,55 persen secara year on year (y-on-y). Angka tersebut mencerminkan dinamika harga barang dan jasa yang dipengaruhi faktor musiman serta kelancaran distribusi.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau, pendidikan, serta transportasi menjadi penyumbang utama inflasi di Provinsi Riau. Karena itu, stabilitas harga komoditas pangan strategis dinilai perlu terus dijaga melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Secara umum kami menilai inflasi pada semester pertama 2026 masih dalam kondisi relatif terkendali, meskipun tetap terdapat tekanan harga yang perlu diwaspadai. Stabilitas harga dapat terjaga berkat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” jelasnya.

Selain inflasi, Supriyadi juga menilai Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi indikator penting dalam mengukur kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, data NTP yang dipublikasikan BPS menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran sehingga peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani.

Ia juga menyoroti pentingnya data ekspor, impor, dan sektor pariwisata sebagai gambaran daya saing ekonomi daerah. Informasi tersebut menjadi dasar pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri, diversifikasi produk unggulan, memperluas pasar, hingga mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan alam.

“Melalui rilis berita resmi statistik hari ini, kita memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi inflasi, kesejahteraan petani, kinerja perdagangan, serta dinamika pariwisata di Provinsi Riau. Data ini menjadi pondasi utama dalam menetapkan arah kebijakan dan target pembangunan tahun 2026 sekaligus mengawal pelaksanaan RPJMD Provinsi Riau 2025-2029 agar tetap berada pada jalur yang realistis dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Supriyadi kembali memberikan apresiasi kepada BPS Provinsi Riau yang dinilai konsisten menjaga kualitas statistik daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPS atas konsistensinya menjaga kualitas statistik daerah. Semoga sinergi ini terus terjalin demi mewujudkan pemerintahan yang berbasis data dan pembangunan yang tepat sasaran,” tutupnya.***

Tag:
BPS Riau, Pemprov Riau, Data Statistik, Inflasi Riau, Diskominfotik Riau