Rakyat45.com, Pekanbaru – Rupiah kini tak hanya hadir di dompet dan meja transaksi, tetapi mulai masuk ke ruang kelas. Ratusan siswa SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru diajak melihat Rupiah dari sisi yang lebih luas: bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan yang perlu dikenal, dihargai, dan diperlakukan dengan baik sejak bangku sekolah.
Pesan tersebut disampaikan melalui program Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau bersama Fasilitator Daerah (Fasda) Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai II SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru itu dikemas secara interaktif. Para siswa mengikuti pemaparan materi sekaligus terlibat dalam sesi tanya jawab, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada pengetahuan teoritis.
Mereka mendapat pemahaman mengenai fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, kedudukannya sebagai simbol kedaulatan negara, serta cara mengenali ciri-ciri keaslian uang. Edukasi tersebut juga mengajarkan pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah secara bijak.
Administrator Perkasan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Hendra, mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang sebelumnya diberikan kepada para guru di Provinsi Riau. Pengetahuan tersebut diharapkan diteruskan kepada siswa dan diterapkan dalam keseharian.
“Ini merupakan tindaklanjut dari sosialisasi kepada guru guru yang ada di Provinsi Riau. Selanjutnya, kami berharap, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari,” papar Hendra menjawab awak media, Kamis (10/9/2026) siang.
Hendra menilai pemahaman mengenai Rupiah juga berkaitan dengan tumbuhnya rasa bangga terhadap identitas bangsa. Karena itu, pengenalan mata uang nasional tidak hanya menyentuh aspek penggunaannya, tetapi juga kedudukannya dalam kehidupan bernegara.
“Bangga Rupiah terlihat dari pengetahuan terkait Rupiah yang merupakan salah satu simbol kedaulatan bangsa dan merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesi,” pungkasnya.
Program Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang diinisiasi BI bersama Fasda BGTK Provinsi Riau menyasar berbagai jenjang pendidikan di seluruh kabupaten dan kota di Riau. Lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus menanamkan kesadaran terhadap Rupiah kepada generasi muda.
Kepala SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru, Nike Wahyuni, M. Psi, menyambut positif program tersebut. Ia menilai pengetahuan yang diberikan akan lebih bermakna apabila diterjemahkan menjadi kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau yang telah berkenan memberikan edukasi kepada siswa dan guru di sekolah ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa Rupiah merupakan mata uang negara kita dan bukan hanya sebagai alat transaksi tapi juga sebagai simbol kedaulatan dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2026) sore.
Nike Wahyuni yang akrab disapa Ms Ayu berharap siswa dan guru semakin peduli terhadap kondisi uang yang mereka gunakan. Menurutnya, penghargaan terhadap Rupiah dapat dimulai dari tindakan sederhana.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dan guru dapat memperlakukan uang dengan baik. Diantaranya dengan tidak lagi melipat uang, atau mencoretnya,” jelasnya.
Ia mengapresiasi edukasi tersebut karena melihat adanya perubahan perilaku dalam memperlakukan uang. Baginya, kebiasaan menjaga Rupiah menjadi bagian dari sikap menghargai nilai yang melekat pada uang tersebut.
“Untuk itu, saya sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia, karena saya sendiri merasa banyak sekali perubahan prilaku terutama dalam memperlakukan uang. Padahal, ketika kita memperlakukan uang dengan baik, maka rezeki itu juga akan datang dengan sendirinya karena kita menghargai dan memperlakukan uang dengan baik,” tutupnya.**












