Rakyat45.com, Bengkalis – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Bengkalis kembali menjadi sorotan setelah Forum Wartawan Bukit Batu Bandar Laksamana dan Siak Kecil (FWBS) mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak menunggu kondisi memburuk sebelum mengambil langkah penanganan.
Desakan itu muncul menyusul laporan warga mengenai meningkatnya pasien di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua FWBS Darmayanto mengatakan informasi yang diterima organisasinya menunjukkan adanya peningkatan pasien DBD di sejumlah wilayah. Ia menyebut situasi tersebut perlu segera direspons karena laporan yang diterima juga menyebut adanya korban meninggal dunia.
“Kami minta Dinkes Bengkalis tidak menunggu. Segera lakukan fogging terarah, sosialisasi, dan pastikan stok obat serta sarana di Puskesmas aman. Nyawa warga taruhannya, bahkan sudah ada korban meninggal Dunia karena DBD ini,” ujar Darmayanto kepada wartawan di Bengkalis. Jumat (11/9/2026).
FWBS meminta penanganan tidak berhenti pada pasien yang telah sakit. Menurut organisasi tersebut, pemerintah perlu bersamaan menekan sumber penularan agar potensi penyebaran tidak meluas ke lingkungan lain.
Salah satu tuntutan FWBS ialah keterbukaan data kasus berdasarkan kecamatan. Data tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran wilayah yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi sekaligus membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan.
Warga Rupat Desak Deportasi WN Malaysia, Imigrasi Janji Panggil Chua
3 September 2026Untuk memutus rantai penularan, FWBS mendorong fogging fokus pada lokasi kasus terkonfirmasi dengan radius 100 meter di sekitarnya. Langkah tersebut perlu diperkuat melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Upaya PSN juga dapat dilakukan melalui pemberian bubuk abate dan pemeliharaan ikan pemakan jentik. Sementara dari sisi pelayanan, FWBS meminta Dinkes memastikan obat, cairan infus, serta tenaga medis tersedia di fasilitas kesehatan.
Pencegahan juga tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. FWBS mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan segera menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda DBD, seperti demam tinggi mendadak selama 2-7 hari, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi, serta munculnya bintik merah pada kulit. Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera menjalani pemeriksaan di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Kewaspadaan terhadap penyakit tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Dinkes Bengkalis. Berdasarkan publikasi resmi pada Juni 2026, tercatat 349 kasus DBD sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Angka tersebut menjadi catatan penting dalam melihat perkembangan DBD di Bengkalis, sementara laporan mengenai peningkatan pasien dalam beberapa pekan terakhir masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, Dinkes Bengkalis belum memberikan keterangan resmi terkait laporan peningkatan kasus, informasi korban meninggal dunia yang disampaikan FWBS, maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.**












