RAKYAT45.COM – Petugas gabungan berjuang memadamkan kobaran api yang melalap puluhan hektare lahan di berbagai daerah. Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus diintensifkan guna mencegah meluasnya dampak kerusakan lingkungan.
Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menerjunkan personel ke Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Indragiri Hulu. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengonfirmasi bahwa penanganan terus berlangsung karena api belum sepenuhnya terkendali.
Upaya di wilayah kerja Daops Dumai mencakup penanganan api di Desa Pangkalan Libut yang telah memasuki hari kedua pemadaman. Lahan milik masyarakat di Kecamatan Pinggir tersebut kini ditangani oleh satu tim Manggala Agni.
Kebakaran di Desa Buluh Apo telah berlangsung selama tujuh hari dengan estimasi kerusakan mencapai tujuh hektare. Satu tim personel juga disiagakan di lokasi tersebut untuk menahan laju perambatan api.
Area penggunaan lain di Kelurahan Bangsal Aceh, Kota Dumai, mencatatkan titik kebakaran terluas yang mencapai 40 hektare. Dua tim Daops Dumai bersama bantuan satu regu BKO dari Daops Labuhanbatu Selatan dikerahkan karena api belum padam hingga hari keenam.
Wilayah Daops Siak melaporkan progres pendinginan atau mopping up pada hari kedua penanganan di Desa Mengkapan. Langkah penyisiran ini bertujuan untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi menyala kembali.
Kondisi berbeda terjadi di Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun, tempat dua regu petugas masih berjuang mengendalikan api yang membakar 18 hektare lahan. Operasi penanggulangan di lokasi tersebut telah berjalan selama lima hari berturut-turut.
Penanganan terlama berlangsung di Desa Kuantan Babu, Kabupaten Indragiri Hulu, yang telah memasuki hari ke-14. Luas area terdampak di wilayah kerja Daops Rengat ini diperkirakan telah menembus angka 20 hektare.
Ferdian Krisnanto menjelaskan bahwa tantangan geografis dan kondisi lapangan menjadi penyebab lamanya proses pemadaman di beberapa titik. Seluruh personel diinstruksikan untuk tetap fokus mengisolasi pergerakan api agar tidak merembet ke kawasan sekitar.
Tahapan pendinginan dan pemantauan berkala akan langsung dilakukan segera setelah kobaran api utama berhasil dipadamkan. Manggala Agni memastikan ketersediaan petugas di lapangan hingga seluruh area terdampak benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan.***












