Banner Website
Daerah

Harga TBS Sawit Riau Melonjak, Kelompok Umur 9 Tahun Tembus Rp3.674 per Kg

56
×

Harga TBS Sawit Riau Melonjak, Kelompok Umur 9 Tahun Tembus Rp3.674 per Kg

Sebarkan artikel ini
Wamenlu Arif Havas: Standar Sawit Harus Universal, Bukan Menguntungkan Satu Kawasan
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, di Petajen, Batanghari, Jambi. (ANTARA FOTO)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau kembali mencatat kenaikan signifikan untuk periode 10–16 Juni 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun yang melonjak Rp403,01 per kilogram atau 12,32 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada 9 Juni 2026, harga TBS kelompok umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.674,93 per kilogram.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, mengatakan lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar.

“Berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh tim, kenaikan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp403,01/Kg atau mencapai 12,32 persen dari harga periode lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp3.674,93/Kg,” ujar Vera, Selasa (10/6/2026).

Dari pantauan Rakyat45.com, penetapan harga minggu ke-20 tahun 2026 tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.

Vera menjelaskan, kenaikan harga TBS terutama didorong oleh melonjaknya harga CPO yang naik Rp2.013,01 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara harga kernel mengalami penurunan tipis.

“Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,87 persen, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp2.013,01/kg dan kernel minggu ini turun sebesar Rp12,35/kg dari minggu lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan transaksi penjualan pada periode ini sehingga tim menggunakan mekanisme harga rata-rata sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN,” katanya.

Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.000 per kilogram, sedangkan harga rata-rata kernel mencapai Rp13.360 per kilogram.

Menurut Vera, Dinas Perkebunan Riau bersama Tim Penetapan Harga Pembelian TBS terus melakukan perbaikan tata kelola penetapan harga agar sesuai regulasi dan memberikan keadilan bagi petani maupun perusahaan mitra.

“Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau, Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau untuk menjaga kesejahteraan petani sawit.

“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Vera.

Rincian Harga TBS Swadaya Riau Periode 10–16 Juni 2026
Umur 3 tahun: Rp2.845,05/Kg
Umur 4 tahun: Rp3.173,42/Kg
Umur 5 tahun: Rp3.406,09/Kg
Umur 6 tahun: Rp3.537,44/Kg
Umur 7 tahun: Rp3.617,10/Kg
Umur 8 tahun: Rp3.660,92/Kg
Umur 9 tahun: Rp3.674,93/Kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.636,51/Kg
Umur 21 tahun: Rp3.575,14/Kg
Umur 22 tahun: Rp3.504,51/Kg
Umur 23 tahun: Rp3.424,19/Kg
Umur 24 tahun: Rp3.363,37/Kg
Umur 25 tahun: Rp3.313,46/Kg
Umur 26 tahun: Rp3.295,49/Kg
Umur 27 tahun: Rp3.267,71/Kg
Umur 28 tahun: Rp3.215,04/Kg
Umur 29 tahun: Rp3.176,34/Kg
Umur 30 tahun: Rp3.087,86/Kg

Sementara itu, indeks K ditetapkan sebesar 92,87 persen, BOTL 0,48 persen, harga CPO Rp14.885,01/Kg, harga kernel Rp13.419,56/Kg, dan harga cangkang Rp26,09/Kg.***