Daerah

Maulid Nabi Lapas Bengkalis, 657 Warga Binaan Menemukan Pesan Perubahan

×

Maulid Nabi Lapas Bengkalis, 657 Warga Binaan Menemukan Pesan Perubahan

Sebarkan artikel ini
Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Bengkalis menjadi ruang refleksi bagi 657 warga binaan untuk memperkuat iman dan membangun semangat perubahan. Selasa (1/9/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Harapan untuk memperbaiki kehidupan bisa tumbuh dari tempat yang tidak selalu dipandang sebagai ruang untuk memulai kembali. Pesan itu terasa kuat ketika Maulid Nabi Lapas Bengkalis mempertemukan 657 warga binaan dan santri dalam sebuah momentum keagamaan yang diarahkan pada perubahan diri.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW: Mengubah Ujian Menjadi Terang Hidayah”.

Tema itu menjadi pesan utama bagi warga binaan untuk memandang proses yang sedang dijalani bukan hanya sebagai keterbatasan, tetapi juga kesempatan memperbaiki diri. Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, mengajak peserta mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah SAW, terutama tentang kesabaran, ketulusan, dan akhlak mulia.

Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, warga binaan yang mengikuti pembinaan sebagai santri membawakan sholawat, menghadirkan suasana religius dalam peringatan tersebut.

Ustadz Filusman, LC., kemudian menyampaikan ceramah agama. Ia menguraikan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW sekaligus mengingatkan pentingnya memperbaiki diri dan mempertahankan harapan meski seseorang berada dalam kondisi penuh keterbatasan.

Doa bersama menutup seluruh rangkaian kegiatan. Pelaksanaan acara mendapat pengawasan dari Komandan Jaga, Kasubsi dan staf Bimbingan Kemasyarakatan serta Kegiatan Warga Binaan, bersama seluruh anggota jaga untuk memastikan keamanan dan ketertiban.

Bagi Lapas Bengkalis, pembinaan keagamaan memiliki kaitan erat dengan pembentukan karakter. Priyo meminta Kepala Seksi Pembinaan Kemasyarakatan menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan mengikuti prosedur yang berlaku. Petugas pengamanan dan pembinaan juga diarahkan menjaga kelancaran serta kenyamanan kegiatan warga binaan.

“Melalui peringatan Maulid ini, kami ingin menanamkan semangat bahwa perubahan diri dimulai dari keimanan dan keteladanan kepada Nabi. Setiap ujian yang dihadapi dapat diubah menjadi langkah menuju perbaikan hidup yang lebih baik,” ujar Kalapas Priyo.

Nilai yang dibawa dalam peringatan tersebut diharapkan terus hidup dalam keseharian warga binaan. Keimanan, akhlak, dan kemauan untuk berubah menjadi pijakan penting agar proses pembinaan tidak sekadar dilalui, tetapi mampu membentuk pribadi yang lebih baik, bermanfaat, dan siap menatap kehidupan dengan harapan baru.**