Politik

Cegah Ketergantungan Teknologi, Komisi X DPR dan UIR Latih Mahasiswa Pakai AI secara Etis

×

Cegah Ketergantungan Teknologi, Komisi X DPR dan UIR Latih Mahasiswa Pakai AI secara Etis

Sebarkan artikel ini
UIR dan Komisi X DPR Latih Mahasiswa Gunakan AI secara Etis
Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari. (R45/S)

RAKYAT45.COM – Universitas Islam Riau (UIR) bersama Komisi X DPR RI dan Kemdikti Saintek membedah pemanfaatan AI mahasiswa UIR dalam penulisan tugas akhir hingga persiapan karier. Langkah ini diambil untuk mencegah ketergantungan mahasiswa pada teknologi sekaligus menjaga integritas akademik.

Komitmen tersebut mengemuka dalam workshop bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas untuk Mahasiswa” di Auditorium Gedung Rektorat UIR, Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026). Pelatihan ini diikuti 100 mahasiswa tingkat akhir program Sarjana, Magister, dan Doktoral dari pelbagai program studi.

Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihak kampus ingin membekali mahasiswa dengan pemahaman teknologi secara bijak.

“Mahasiswa mungkin sudah memahami perkembangan AI di lingkungan akademik. Diharapkan teknologi ini digunakan secara bijak dalam menunjang aktivitas”, ungkap Admiral.

Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, menekankan pentingnya nalar kritis saat memanfaatkan kecanggihan teknologi modern. Menurutnya, peranti digital tidak boleh mengikis kemampuan berpikir mandiri.

“AI hadir hanya digunakan sebagai alat bantu, bukan untuk menggantikan posisi kita”, tegas Karmila saat menyampaikan paparan pendahuluan.

Dua pakar AI asal Riau hadir memaparkan materi teknis. Akademisi UIR Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, M.IT., mengupas strategi riset berbasis Large Language Models (LLM). Arbi mengenalkan workflow akademik tujuh tahap—mulai dari Learn hingga Verify serta teknik formasi prompt R-T-C-F-C untuk platform Google Scholar Labs dan ChatGPT. Ia menitikberatkan pentingnya kejujuran akademik dan batas etis pengutipan.

Sementara itu, praktisi AI Assoc. Prof. Dr. Susandri, M.Kom., menyoroti kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja yang terotomatisasi.

“Perubahan ini menuntut mahasiswa untuk menguasai lima kompetensi AI-Ready, yakni literasi AI, prompt engineering berbasis formulasi presisi, kelancaran data digital, serta sikap adaptif dalam pembelajaran sepanjang hayat”, terangnya.

Susandri mempraktikkan penggunaan AI toolkit untuk optimasi CV standar ATS, penataan citra diri di LinkedIn, hingga simulasi wawancara kerja. Kendati demikian, ia mengingatkan agar mahasiswa tetap menonjolkan keunggulan unik manusia seperti empati, kepemimpinan, dan pemikiran kritis.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kemdikti Saintek Danu Alsaheri Caniago, Eri Widiarto, dan Aristagunawan, serta jajaran pimpinan UIR termasuk Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Fathurrahman, SP., M.Sc.***