Rakyat45.com, Bengkalis – Duta GEMA AI Riau kembali berasal dari lingkungan MTs YPPI Bengkalis. Putra Farinsyah, S.Sos., tenaga pendidik madrasah tersebut, terpilih sebagai Duta GEMA AI Provinsi Riau Batch II.
Capaian ini menjadi keberhasilan kedua MTs YPPI Bengkalis dalam program yang sama. Sebelumnya, Anggi Savhira, A.Md.Kom., terpilih sebagai Duta GEMA AI perwakilan Provinsi Riau pada Batch I.
Dua capaian tersebut menempatkan pengembangan kompetensi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai salah satu bagian dari pengalaman profesional tenaga pendidik di lingkungan MTs YPPI Bengkalis.
Program Duta GEMA AI merupakan program nasional yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di kalangan pendidik. Program ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya penggerak pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.
Untuk menjadi peserta terpilih, Putra harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Proses tersebut meliputi seleksi administrasi, tes pemahaman AI, pembuatan karya inovasi pembelajaran berbasis AI hingga wawancara.
Putra Farinsyah mengatakan keikutsertaannya dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sekaligus mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi bagi siswa MTs YPPI Bengkalis.
“Alhamdulillah, bersyukur bisa lolos menjadi Duta GEMA AI Riau Batch II. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tapi juga untuk madrasah. Semoga ilmu yang saya dapatkan nanti bisa saya tularkan kepada rekan guru dan siswa,” ujar Putra Farinsyah saat dikonfirmasi.
Kepala MTs YPPI Bengkalis, Jumillia, S.Pd., memberikan apresiasi atas terpilihnya Putra sebagai Duta GEMA AI Riau Batch II.
“Terpilihnya tenaga pendidik MTs YPPI Bengkalis dalam program Duta GEMA AI secara berurutan menjadi catatan positif bagi madrasah. Perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus memperbarui kemampuan dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.” ujar Jumillia, Kamis (24/9/2026).
Keterlibatan tenaga pendidik dalam program pengembangan kompetensi digital juga sejalan dengan arah madrasah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Dengan terpilihnya dua tenaga pendidik pada Batch I dan Batch II, kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada guru dan siswa melalui kegiatan pembelajaran serta pemanfaatan teknologi AI secara lebih kreatif dan inovatif,” pungkasnya.**












