RAKYAT45.COM – Universitas Riau (UNRI) menyiapkan enam skema sertifikasi profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P1) untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Sosialisasi LSP P1 Universitas Riau yang berlangsung di Teater Pakning, Lantai 1 Integrated Classroom UNRI, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Lulusan Kompeten, Tersertifikasi dan Berdaya Saing Global melalui Sertifikasi Profesi BNSP.”
Sosialisasi dibuka Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si. Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Rektor Bidang Akademik UNRI, Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., dan Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari, S.E., M.M., sebagai narasumber.
Kegiatan dipandu Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi (LUK) Universitas Riau, Dr. Nita Rimayanti, M.Comm., dengan koordinasi pelaksanaan oleh Ketua Panitia, Dr. Fakhruddin Z, M.T.
Sejumlah pimpinan universitas turut hadir, mulai dari wakil rektor, dekan dan wakil dekan, ketua jurusan, kepala biro, hingga pimpinan unit pelaksana akademik di lingkungan UNRI.
Dalam sambutannya, Rektor UNRI Sri Indarti menyoroti kesenjangan antara kurikulum perguruan tinggi dan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lulusan perguruan tinggi kesulitan bersaing di pasar kerja.
“Persoalan pengangguran dari lulusan perguruan tinggi salah satunya disebabkan oleh adanya kesenjangan antara kurikulum yang diterapkan di universitas dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Akibatnya, lulusan belum sepenuhnya memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja sehingga kesulitan bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Inilah pentingnya kehadiran Lembaga Sertifikasi Profesi untuk membantu meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNRI, Mexsasai Indra, menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari persiapan mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengandalkan ijazah dan capaian akademik, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang membuktikan keterampilan sesuai bidang profesinya.
“Ke depan, kita ingin membangun ciri khas lulusan Universitas Riau, yaitu lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah dan capaian akademik, tetapi juga sudah dibekali sertifikat kompetensi sebelum mereka lulus atau diwisuda. Dengan demikian, ketika meninggalkan kampus, mahasiswa memiliki bekal yang lebih lengkap untuk memasuki dunia kerja dan mampu menunjukkan kompetensi yang dimilikinya,” ungkapnya.
Kepala BNSP Syamsi Hari menjelaskan bahwa sertifikasi profesi bukan sekadar dokumen legalitas, melainkan bukti pengakuan atas kemampuan seseorang berdasarkan standar kompetensi yang berlaku.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu menyesuaikan skema sertifikasi dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja dan kompetensi yang diminta oleh dunia industri.
“Sertifikasi profesi sangat penting karena bukan hanya menjadi bentuk legalitas, tetapi juga bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Ini menjadi bekal bagi lulusan ketika terjun ke dunia kerja. Dengan kompetensi yang teruji, diharapkan produktivitas tenaga kerja juga meningkat. Karena itu, skema sertifikasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, salah satunya dengan melihat perkembangan dan jenis kompetensi yang diminta dalam berbagai lowongan pekerjaan,” jelasnya.
Melalui LSP P1 yang bermitra dengan BNSP, Universitas Riau berupaya menyediakan layanan pengujian dan pengakuan kompetensi bagi mahasiswa. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah ketika lulusan memasuki dunia kerja karena kemampuan mereka telah diuji berdasarkan standar profesi.
Dalam sosialisasi tersebut, panitia juga memperkenalkan website resmi LSP P1 Universitas Riau melalui laman https://lsp.unri.ac.id. Platform ini dikembangkan untuk memudahkan mahasiswa memperoleh informasi sekaligus mengakses layanan sertifikasi kompetensi.
Adapun enam skema sertifikasi yang saat ini disiapkan LSP P1 UNRI meliputi:
1. Skema Asisten Kebun Kelapa Sawit.
2. Skema Desain Komunikasi Visual.
3. Skema Keterampilan Mengajar.
4. Skema Pengorganisasian Acara.
5. Skema Penyuluhan Perikanan Fasilitator.
6. Skema Staf Sumber Daya Manusia (SDM).
Keenam skema tersebut mencakup berbagai bidang keahlian sehingga mahasiswa dari disiplin ilmu berbeda memiliki peluang memperoleh pengakuan kompetensi sesuai keterampilan masing-masing.
Universitas Riau juga berencana mengembangkan skema sertifikasi lainnya berdasarkan kebutuhan program studi. Dengan demikian, cakupan sertifikasi profesi dapat terus diperluas mengikuti perkembangan keilmuan dan kebutuhan dunia kerja.
Pengembangan LSP P1 ini tidak terlepas dari peran UPA LUK Universitas Riau yang dipimpin Dr. Nita Rimayanti. Unit tersebut menjalankan berbagai persiapan dan pengembangan layanan hingga LSP P1 dapat diperkenalkan sebagai instrumen penguatan kompetensi mahasiswa.
LSP P1 Universitas Riau sendiri telah memperoleh lisensi dari BNSP pada 9 Januari 2026. Lisensi tersebut menjadi landasan bagi pengembangan layanan sertifikasi profesi di lingkungan kampus.
Melalui program ini, UNRI mendorong penguatan kualitas lulusan yang tidak hanya diukur berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga keterampilan praktis, sikap profesional, dan kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan.
Universitas Riau berharap kehadiran LSP P1 dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk menguji dan membuktikan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global.***












