Daerah

Dishub Bengkalis Siapkan E-Ticketing, Layanan Ro-Ro Ikut Dibenahi

17
×

Dishub Bengkalis Siapkan E-Ticketing, Layanan Ro-Ro Ikut Dibenahi

Sebarkan artikel ini
Kabid Pelayanan Dishub Bengkalis, Edi Kurniawan, ST., MT., saat diwawancarai terkait rencana penerapan tiket elektronik penyeberangan Ro-Ro Air Putih–Sungai Selari. Selasa (03/11/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Bengkalis – Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis terus mematangkan rencana pembenahan layanan penyeberangan kapal Ro-Ro lintasan Air Putih–Sungai Selari. Salah satu langkah yang disiapkan ialah penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan penyeberangan. Selasa (03/11/2026).

Melalui sistem tersebut, calon penumpang nantinya dapat membeli tiket, memeriksa ketersediaan tempat, serta memperoleh informasi jadwal keberangkatan sebelum tiba di pelabuhan. Penerapan layanan digital ini diharapkan mampu membuat proses pembelian tiket lebih praktis dan tertata, sekaligus meminimalkan kendala pelayanan di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, ST., MT., melalui Kepala Bidang Pelayanan, Edi Kurniawan, ST., MT., menjelaskan bahwa penerapan sistem tersebut masih dalam tahap persiapan. Saat ini, Dishub tengah melakukan simulasi secara internal untuk memastikan kesiapan sistem dan mekanisme pelayanan sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Aplikasi e-tiketing itu direncanakan dapat diunduh melalui Google Play Store. Dengan demikian, masyarakat nantinya bisa mengakses layanan pembelian tiket melalui telepon genggam tanpa harus sepenuhnya bergantung pada transaksi langsung di pelabuhan.

Meski demikian, penerapan sistem digital tidak akan menghilangkan pelayanan pembelian tiket secara langsung. Dishub tetap menyiapkan pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi, terutama dalam proses pemasangan hingga pembelian tiket.

“Jadi, bukan berarti ketika sistem online diterapkan, seluruh loket pembelian tiket di lapangan langsung ditutup. Masyarakat yang belum bisa menggunakan aplikasi tetap akan kita bantu, mulai dari proses instalasi hingga pembelian tiket,” jelas Edi saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Menurut Edi, sistem tersebut sebelumnya pernah diuji coba pada periode Lebaran ketika jumlah penumpang mengalami peningkatan. Pengalaman uji coba itu menjadi salah satu bahan evaluasi dalam mempersiapkan penerapan layanan digital secara lebih matang.

Saat ini, Dishub melanjutkan pemantapan melalui simulasi internal, penyelesaian administrasi, serta pemeriksaan aspek teknis. Tahapan tersebut diperlukan agar sistem dapat berjalan dengan baik ketika nantinya digunakan oleh masyarakat.

Di sisi lain, pembenahan layanan penyeberangan juga mencakup kesiapan armada kapal. Dari total lima kapal Ro-Ro yang tersedia, saat ini tiga unit beroperasi, sedangkan dua lainnya masih menjalani perawatan atau docking.

Setelah proses perawatan selesai, Dishub merencanakan pengoperasian empat kapal secara reguler dengan mempertimbangkan kebutuhan dan jumlah penumpang. Dua kapal yang sedang menjalani perawatan ditargetkan kembali siap beroperasi pada Januari hingga Februari 2027.

Kesiapan armada tersebut menjadi perhatian karena layanan penyeberangan diperkirakan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada sejumlah periode penting, mulai dari Natal dan Tahun Baru, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri.

Selain armada, kondisi infrastruktur pelabuhan juga masuk dalam agenda pembenahan. Salah satunya dermaga Sungai Selari yang saat ini hanya digunakan dalam kondisi darurat. Perbaikan fasilitas tersebut direncanakan dilakukan dengan target penyelesaian pada akhir 2026.

Edi menegaskan, peningkatan pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan penerapan teknologi. Ketersediaan kapal, kelayakan fasilitas pelabuhan, serta kelancaran proses keberangkatan harus berjalan beriringan agar masyarakat memperoleh layanan penyeberangan yang lebih baik.

Terkait rencana penyesuaian tarif penyeberangan, Edi menjelaskan bahwa usulan tersebut berasal dari pihak perusahaan penyeberangan dan telah dibahas selama kurang lebih dua tahun. Namun, pembahasan tarif juga perlu mempertimbangkan peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan, termasuk upaya mengurangi waktu tunggu penumpang.

Untuk mematangkan seluruh persiapan, Dishub akan berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan, PT GBSI, serta pihak asuransi. Koordinasi tersebut diperlukan agar penerapan sistem tiket elektronik dapat berjalan selaras dengan mekanisme operasional penyeberangan.

Setelah simulasi internal dan berbagai persiapan teknis maupun administrasi rampung, sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan sebelum jadwal penerapan resmi diumumkan.

Melalui pembenahan tersebut, Dishub Bengkalis berharap layanan penyeberangan Air Putih–Sungai Selari semakin mudah diakses, tertib, dan efektif. Penerapan tiket elektronik yang tetap disertai pelayanan langsung, didukung kesiapan armada serta perbaikan infrastruktur, diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi penyeberangan yang lebih baik.**