RAKYAT45.COM – Memasuki musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tetap memberlakukan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana, termasuk banjir dan tanah longsor.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, perubahan musim tidak serta-merta menghilangkan risiko bencana di wilayah Riau. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada meskipun intensitas hujan mulai meningkat.
“Status karhutla tetap berjalan. Namun, kami meminta masyarakat untuk tetap waspada,” kata SF Hariyanto.
Menurutnya, potensi bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, baik kebakaran hutan dan lahan, banjir, maupun tanah longsor. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat tetap diperlukan dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca.
Pemprov Riau juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melakukan perjalanan, terutama ketika melintasi kawasan perbukitan dan daerah yang rawan longsor.
Curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah, khususnya di wilayah dengan kondisi tanah labil. Masyarakat diminta menghindari kawasan rawan longsor serta mempertimbangkan perjalanan ke luar kota apabila kondisi cuaca tidak mendukung.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sering berada di sekitar tebing atau kawasan perbukitan karena berisiko terjadi longsor dari atas. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya hindari perjalanan ke luar kota saat musim hujan,” ujarnya.
Pemprov Riau mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi pergantian musim. Kewaspadaan terhadap potensi karhutla, banjir, dan tanah longsor perlu tetap dijaga untuk mengantisipasi risiko bencana.***












