Rakyat45.com, Sleman – Kecepatan menyampaikan berita tidak cukup jika informasi yang disajikan gagal membantu masyarakat memahami persoalan secara utuh. Di tengah derasnya arus informasi, pers dituntut menjaga akurasi, menghadirkan pemberitaan berimbang, dan membangun kepercayaan publik.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) DPD Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman itu menjadi momentum bagi insan pers untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen terhadap profesionalisme jurnalistik.
Danang berharap pertambahan usia IWO-I tidak berhenti pada perayaan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan, menjaga konsistensi, dan meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.
“Menurutnya, tantangan saat ini diharapkan wartawan atau jurnalistik yang tergabung di IWO-I DPD Kabupaten Sleman tetap bisa menjaga konsistensi dan mampu meningkatkan kwalitas anggota, pemberitaan yang seimbang dan up to dete,” ujar Danang.
Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan tanggung jawab besar bagi setiap media. Informasi yang diterbitkan harus didasarkan pada fakta dan disajikan secara proporsional agar tidak membentuk pemahaman publik yang keliru.
“Lanjutnya, kalau media sudah dipercaya publik, berita apapun anggapan masyarakat menjadi benar.”
Danang pun mengajak insan pers untuk menjaga keseimbangan pemberitaan, terutama dalam mengangkat berbagai persoalan di Kabupaten Sleman.
“Monggo sama-sama dijaga keseimbangan, kami mohon dibantu pemberitaan yang ada di Kabupaten Sleman ‘Itu Up to Dete’,” pesan Danang.
Ia berharap IWO-I terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya dalam mendukung penyebaran informasi daerah yang aktual, akurat, dan berimbang.
Acara tersebut dihadiri Wakil Kapolresta Sleman, perwakilan Korem 072/Pamungkas, Kodim 0732/Sleman, Lanal Yogyakarta, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sleman, perwakilan Divisi Hukum dan Advokasi DPP IWO-I, jajaran DPW IWO-I DIY, serta ketua dan anggota DPD IWO-I dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pesan mengenai tanggung jawab jurnalistik juga mengemuka dalam sambutan Ketua Umum DPP IWO Indonesia yang dibacakan Saparjan, S.H., dari Divisi Hukum dan Advokasi DPP IWO-I.
Dalam sambutan tersebut, DPP IWO-I mengapresiasi perjalanan organisasi di Kabupaten Sleman. Saparjan menyampaikan harapan agar IWO-I setempat terus meningkatkan kualitas anggota serta menghasilkan pemberitaan yang tajam, faktual, dan tidak memicu kebencian.
“Kami berharap IWO-I DPD Kabupaten Sleman bisa lebih sinergi, mengedepankan jurnalis yang tajam, terpecaya, faktual, tidak menyebarkan ajaran kebencian, sehingga lebih sejuk,” kata Saparjan.
Ia menyebut jumlah anggota dan pengurus IWO-I di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar 100 orang. Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi, memberikan kontribusi bagi masyarakat, dan menangkal penyebaran informasi bohong.
“Kami DPP IWO Indonesia menyambut positif HUT ke-3 IWO-I DPD Kabupaten Sleman, dan ini harus menjadi jurnalis IWO-I tajam, terpecaya, dan mendunia. Saat ini, IWO-I sudah menyebar di 27 Provinsi di Indonesia dan menjadi jurnalis Indonesia dengan bekal yang cukup.
IWO-I adalah wartawan profesional, anti hoaks,” tegas Saparjan.
IWO-I Sleman Perkuat Kepedulian Sosial dan Edukasi Jurnalistik
Sementara itu, Ketua IWO-I DPD Kabupaten Sleman, Yupiter Ome, memaparkan sejumlah kegiatan organisasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan jurnalistik, tetapi juga mencakup aksi sosial dan edukasi kepada masyarakat.
Yupiter menyampaikan bahwa pengurus pernah menyalurkan bantuan sembako kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan berasal dari wilayah terdampak bencana. Bantuan tersebut diantarkan langsung ke asrama tempat para mahasiswa tinggal.
Dalam laporannya, Yupiter menyebut Sumatra Barat, Medan, dan Aceh sebagai wilayah yang berkaitan dengan kegiatan bantuan tersebut. Rincian daerah dan kaitannya dengan bencana perlu dikonfirmasi kembali kepada narasumber agar informasi yang diterbitkan akurat.
Selain kegiatan sosial, IWO-I DPD Kabupaten Sleman juga pernah menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat berlanjut sehingga semakin banyak warga memahami dasar-dasar jurnalistik dan pentingnya menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
Peringatan HUT ke-3 ini menjadi kesempatan bagi IWO-I DPD Kabupaten Sleman untuk memperkuat organisasi, memperluas manfaat kegiatan, dan meningkatkan kualitas anggotanya.
Sejalan dengan pesan Wakil Bupati Sleman, tantangan pers bukan semata-mata menyampaikan berita dengan cepat, melainkan memastikan setiap informasi akurat, berimbang, dan mampu membantu masyarakat memahami persoalan secara lebih utuh.**












