Daerah

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Capai 176,8 µg/m³ pada Kamis Pagi

×

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Capai 176,8 µg/m³ pada Kamis Pagi

Sebarkan artikel ini
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk Masuk Kategori Berbahaya
Kondisi Kota Pekanbaru depan SKA dan Living World Pekanbaru di selimuti kabut asab tebal dan terindikasi berbahaya. (R45/MD)

RAKYAT45.COM – Kualitas udara Pekanbaru masih berada pada kategori Sangat Tidak Sehat pada Kamis (8/10/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 176,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 07.00 WIB di tengah potensi kabut asap yang masih berlangsung di wilayah Riau.

Berdasarkan pemantauan sejak tengah malam hingga pagi, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru berada pada rentang 164,6–215,5 µg/m³. Angka tertinggi mencapai 215,5 µg/m³ selama periode pemantauan tersebut.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, mengatakan kekaburan udara akibat asap masih berpotensi terjadi di Riau sepanjang Kamis. Kondisi tersebut diprakirakan berlangsung mulai pagi hingga dini hari.

“Dalam prakiraan cuaca BMKG, kekaburan akibat asap berpotensi terjadi sejak pagi hingga dini hari. Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan potensi kekaburan akibat asap,” kata Yasir.

Pada siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan potensi kekaburan akibat asap. Hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

Memasuki malam hari, udara di Riau masih berpotensi kabur akibat asap dengan kondisi cuaca berawan. Hujan ringan hingga sedang juga diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Dumai, dan Pekanbaru.

“Sementara pada dini hari, udara masih berpotensi mengalami kekaburan akibat asap dengan kondisi berawan,” imbuh Yasir. BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, pemantauan BMKG berdasarkan pembaruan pukul 23.00 WIB mencatat 19 titik panas (hotspot) di Riau. Kabupaten Kuantan Singingi menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 15 titik, sedangkan Siak, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Dumai masing-masing mencatat satu titik.

Secara keseluruhan, jumlah titik panas di Sumatera mencapai 4.845 titik, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 3.847 titik. Provinsi lainnya yang mencatat jumlah cukup tinggi adalah Jambi dengan 384 titik, Bangka Belitung 316 titik, dan Lampung 251 titik.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, dan Siak pada siang atau sore serta malam hari. Suhu udara Riau diprakirakan berkisar 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 45–90 persen, kecepatan angin 10–40 kilometer per jam dari tenggara, serta tinggi gelombang perairan 0,5–1,25 meter yang masuk kategori rendah.***