Banner Website
Hukum & Kriminal

Puluhan UMKM di Ciamis Jabar Tertipu Program Makan Bergizi Gratis

894
×

Puluhan UMKM di Ciamis Jabar Tertipu Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
UMKM Ciamis Tertipu MBG

Ciamis, Rakyat45.com – Program yang diluncurkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, makan bergizi gratis (MBG) ternyata dimanfaatkan sebagian oknum untuk menipu masyarakat. Kali ini terjadi di Ciamis, Jawa Barat (Jabar). Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tertipu.

Para korban di Ciamis ini mengaku tertipu dengan janji menjadi pemasok program MBG dan diminta membayar biaya hingga Rp 11 juta per orang. Akhirnya pada Sabtu (1/2/2025), tiga perwakilan korban mengajukan pengaduan resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ciamis.

Menurut Ramdan, salah satu korban yang melapor, kerugian yang dialami puluhan korban diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Selain diwajibkan menyiapkan dapur sehat, setiap korban juga diminta membayar Rp 11 juta untuk kontrak dan administrasi, termasuk sertifikasi halal, pelatihan, serta uji laboratorium makanan.

“Kami tertipu sebuah paguyuban bernama Jakwir yang mengklaim sebagai satu-satunya lembaga resmi yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengelola program MBG di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Ramdan, Jakwir menjanjikan pembagian daftar sekolah penerima MBG pada Desember 2024. Namun, hingga kini, belum ada kejelasan, sementara para korban telah menyetorkan uang persyaratan. Para korban sempat mengupayakan mediasi dengan pengurus Jakwir untuk meminta pengembalian uang, tetapi tidak membuahkan hasil.

“Akhirnya kami memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisia,” kata Ramdan.

Dia juga mengatakan, dalam laporan ini pihak UMKM mengadukan tiga orang pelaku, yakni ketua dan dua pengurus paguyuban Jakwir, karena hingga saat ini mereka tak kunjung mengembalikan uang, bahkan kejelasan terkait kelanjutan kerja sama program MBG ini juga tidak ada.

“Kami berharap pemerintah turun tangan memberikan solusi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” kata Ramdan.