Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau mempercepat langkah menuju eliminasi TBC Riau 2030 dengan menyiapkan strategi terintegrasi, mulai dari pembentukan tim percepatan hingga deteksi dini pada kelompok berisiko tinggi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung target nasional penghapusan tuberkulosis pada 2030.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan pemerintah daerah kini tidak hanya fokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat pencegahan guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut.
“Dalam mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis tahun 2030, Pemerintah Provinsi Riau telah mengambil berbagai langkah strategis. Mulai dari pembentukan tim percepatan penanggulangan tuberkulosis, pelaksanaan penemuan kasus secara aktif, hingga pelacakan kontak dan deteksi dini pada kelompok berisiko tinggi,” ucap Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur di Ruang Rapat Melati, Pekanbaru, Rabu (22/04).
Menurutnya, pembentukan tim percepatan menjadi langkah awal untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dalam penanganan TBC di Riau. Saat ini, fasilitas layanan kesehatan juga terus diperkuat untuk mendukung penanganan pasien.
Zulkifli mengungkapkan, saat ini terdapat 14 rumah sakit dan 15 puskesmas di Riau yang melayani pengobatan tuberkulosis resisten obat. Layanan tersebut diperkuat dengan berbagai inovasi daerah yang melibatkan masyarakat serta berbagai pihak terkait.
“Saat ini telah tersedia 14 rumah sakit dan 15 puskesmas yang melayani tuberkulosis resisten obat, serta didukung oleh berbagai inovasi daerah yang melibatkan masyarakat dan lintas sektor,” jelasnya.
Selain fokus pada TBC, Pemprov Riau juga terus meningkatkan pengendalian penyakit menular lainnya. Salah satunya melalui penanganan malaria yang telah mencapai tingkat tindak lanjut sebesar 97,4 persen.
“Selain itu, kami juga terus melakukan pengendalian terhadap berbagai penyakit menular lainnya. Seperti, penanganan malaria telah mencapai tingkat tindak lanjut sebesar 97,4 persen,” ungkapnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut menunjukkan upaya pengendalian penyakit di Riau berjalan cukup efektif, meski masih membutuhkan penguatan agar hasilnya semakin optimal ke depan.
“Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian penyakit terus kami lakukan secara terintegrasi, meskipun masih memerlukan penguatan ke depan,” pungkasnya.***












