Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI Angkatan Laut memperkuat pengawasan perairan di wilayah pesisir dan perbatasan guna menekan peredaran narkoba serta berbagai aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur laut.
Penguatan sinergi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam kunjungan kerja Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I), Laksamana Muda TNI Deny Septiana, yang diterima Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan itu, SF Hariyanto didampingi Asisten I Setdaprov Riau, Asisten III Setdaprov Riau, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kedua pihak membahas langkah koordinasi untuk memperkuat keamanan kawasan pesisir dan pelabuhan yang dinilai rentan menjadi jalur penyelundupan.
SF Hariyanto menegaskan posisi strategis Riau yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara membuat pengawasan wilayah laut harus dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.
“Pemerintah Provinsi Riau mendukung penguatan pengawasan di wilayah perairan, khususnya pada jalur-jalur yang rawan dimanfaatkan untuk penyelundupan narkoba. Pengawasan yang optimal sangat penting untuk menjaga keamanan masyarakat dan melindungi generasi muda dari bahaya narkotika,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, dan instansi terkait menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas negara yang memanfaatkan jalur laut sebagai pintu masuk.
Ia juga menilai kawasan pesisir dan pelabuhan di Riau perlu mendapat perhatian khusus karena tingginya mobilitas aktivitas transportasi dan perdagangan.
“Kami berharap sinergi dan komunikasi antara Pemerintah Provinsi Riau dan TNI Angkatan Laut terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, pengawasan wilayah laut di Riau akan semakin efektif dalam mendukung stabilitas dan keamanan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Dankodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana mengatakan wilayah perairan Riau memiliki nilai strategis sehingga membutuhkan sistem pengawasan yang kuat dan terintegrasi.
Ia mengungkapkan jalur laut di kawasan perbatasan masih berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan narkoba dan barang terlarang lainnya.
“Pengawasan wilayah laut tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan dukungan dan koordinasi yang baik bersama pemerintah daerah serta seluruh instansi terkait agar pengamanan wilayah perairan dapat berjalan lebih optimal,” jelas Deny.
Sebagai langkah pencegahan, TNI Angkatan Laut melalui jajaran Komando Daerah Angkatan Laut I terus meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah titik strategis perairan Riau guna menjaga keamanan wilayah serta mengantisipasi masuknya barang ilegal melalui jalur laut.***(Adv)










