Banner Website
Daerah

Karhutla Riau Terkendali, OMC dan Kolaborasi Satgas Berhasil Tekan Titik Api

32
×

Karhutla Riau Terkendali, OMC dan Kolaborasi Satgas Berhasil Tekan Titik Api

Sebarkan artikel ini
Karhutla Riau Terkendali Berkat OMC dan Kolaborasi Satgas
Plt Gubernur Riau sekaligus Komandan Satgas Karhutla Provinsi Riau, SF Hariyanto. (R45/Y)

RAKYAT45.COM – Penanganan Karhutla Riau hingga awal Agustus 2026 masih dalam kondisi terkendali. Keberhasilan tersebut ditopang oleh kolaborasi lintas instansi dalam Satgas Karhutla yang diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), patroli udara, operasi water bombing, serta penanganan intensif di lapangan.

Pemerintah Provinsi Riau terus mengoptimalkan berbagai langkah pencegahan untuk menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.

Plt Gubernur Riau sekaligus Komandan Satgas Karhutla Provinsi Riau, SF Hariyanto, mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca yang berlangsung pada 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 berjalan sesuai rencana menggunakan satu unit pesawat Cessna Caravan 208 registrasi PK-SNM.

“Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 11 sorti penerbangan dengan total waktu terbang mencapai 24 jam 34 menit. Dalam pelaksanaannya, tim menaburkan sebanyak 11.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk memicu pembentukan hujan di wilayah sasaran,” kata SF Hariyanto di Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, pada 5 Agustus dilakukan dua sorti penyemaian awan. Penerbangan pertama berlangsung pukul 13.03 hingga 15.19 WIB dengan menebar 1.000 kilogram NaCl di wilayah Kabupaten Pelalawan dan Siak.

“Selanjutnya, sorti kedua dilakukan pada pukul 15.46 hingga 18.11 WIB dengan membawa 1.000 kilogram NaCl. Penyemaian difokuskan di wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, serta Kepulauan Meranti sebagai daerah yang memiliki potensi pembentukan awan hujan,” jelasnya.

Operasi tersebut berhasil memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah. Curah hujan tercatat mengguyur Kabupaten Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, hingga sebagian wilayah Rokan Hilir.

Selain OMC, Satgas Karhutla juga mempertahankan kesiapan armada udara untuk mempercepat respons di lokasi kebakaran. Saat ini tersedia satu pesawat Caravan untuk OMC dan patroli udara, satu helikopter patroli, serta lima helikopter water bombing yang siap dioperasikan sewaktu-waktu.

“Selain Operasi Modifikasi Cuaca, kesiapan armada udara juga terus dipertahankan guna mendukung penanganan karhutla. Saat ini Satgas Karhutla Provinsi Riau mengoperasikan satu unit pesawat Caravan untuk OMC dan patroli udara, satu unit helikopter patroli, serta lima unit helikopter water bombing yang siap diterjunkan ke lokasi kebakaran,” ungkapnya.

SF Hariyanto menegaskan, keberhasilan pengendalian karhutla tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla. Mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, Manggala Agni, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga satgas kabupaten/kota terus bekerja secara terpadu.

Saat ini, proses penanganan masih berlangsung di beberapa lokasi. Di Desa Mak Teduh, Kabupaten Pelalawan, api telah padam, namun petugas masih melakukan pendinginan karena masih ditemukan asap tipis.

Sementara itu, kawasan SM Kerumutan di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, masih mengeluarkan asap tipis. Penanganan juga terus dilakukan di Sei Guntung serta Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, yang masih ditemukan titik api meski intensitas asap mulai berkurang. Kondisi serupa juga terpantau di Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir.

“Seluruh titik api tersebut saat ini ditangani secara terpadu oleh tim darat gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api, dengan dukungan helikopter water bombing. Kami optimistis kolaborasi yang terus terjalin akan mampu menjaga kondisi karhutla tetap terkendali sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.***