Nasional

KKI 2026 Menguji Inovasi Maritim Nasional, Polbeng Tembus Enam Kategori

×

KKI 2026 Menguji Inovasi Maritim Nasional, Polbeng Tembus Enam Kategori

Sebarkan artikel ini
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.M.P., didampingi Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso dan Direktur Politeknik Negeri Bengkalis beserta jajaran saat konferensi pers KKI ke-13 di Lapangan Tugu Bengkalis. Senin (14/9/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Bengkalis – Gelombang inovasi teknologi kemaritiman Indonesia bertemu di Bengkalis. Kontes Kapal Indonesia (KKI) ke-13 Tahun 2026 resmi dimulai Senin (14/9/2026), mempertemukan 129 tim dari 52 perguruan tinggi yang membawa rancangan dan karya terbaik mereka. Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) turut mencuri perhatian setelah berhasil menembus seluruh enam subkategori yang dipertandingkan.

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., secara resmi membuka kompetisi nasional tersebut. Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso, Direktur Polbeng Ir. Johnny Custer, S.T., M.T., unsur Forkopimda Kabupaten Bengkalis, mahasiswa, awak media, dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Polbeng berkomitmen menjadikan KKI bukan sekadar agenda kompetisi, melainkan ruang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri dalam pengembangan teknologi kemaritiman.

Kasmarni menilai tema KKI 2026, “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa,” relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan.

“KKI ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, desain, dan teknologi kemaritiman yang tangguh, responsif, dan mandiri serta memberikan manfaat nyata bagi bangsa,” ujar Kasmarni.

Menurutnya, penguatan teknologi maritim diperlukan untuk mendukung keamanan wilayah laut sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepada peserta, Kasmarni berpesan agar menjadikan ilmu yang kuat, inovasi yang berani, dan karakter yang tangguh sebagai fondasi dalam berkarya.

“Teknologi tanpa karakter dapat kehilangan arah, sementara kecerdasan tanpa keberanian untuk berkarya tidak akan melahirkan perubahan,” tegasnya.

Direktur Polbeng Ir. Johnny Custer, S.T., M.T., mengatakan KKI merupakan ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan sekaligus mengembangkan kemampuan teknologi, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan maritim.

“KKI bukan sekadar kompetisi teknologi, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, inovasi, kerja sama, dan solusi bagi masa depan maritim Indonesia,” kata Johnny.

Ia mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas dan keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan. Johnny juga berharap karya yang lahir dari kompetisi tersebut dapat dikembangkan lebih jauh sehingga tidak berhenti sebagai prototipe.

“Dari Bengkalis, layar inovasi kita kembangkan. Dari kampus vokasi di daerah, kita tunjukkan bahwa karya besar dapat tumbuh dan memberi dampak bagi seluruh negeri,” ujarnya.

KKI ke-13 Berlangsung Bersamaan dengan Milad ke-25 Polbeng

KKI 2026 berlangsung bersamaan dengan peringatan 25 tahun perjalanan Polbeng yang mengusung tema “25 Tahun Bertumbuh dari Daerah, Berdampak untuk Indonesia.”

Momentum tersebut mempertemukan dua agenda penting bagi Polbeng: perayaan seperempat abad perjalanan institusi sekaligus kepercayaan menjadi tuan rumah kompetisi teknologi kemaritiman tingkat nasional.

Penyelenggaraan KKI berlangsung di Lapangan Tugu, Jalan Jenderal Sudirman, Bengkalis Kota, hingga 17 September 2026.

Dukungan Lintas Sektor

Pelaksanaan KKI 2026 melibatkan dukungan berbagai unsur pemerintahan, dunia usaha, komunitas, media, serta masyarakat.

Polbeng menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Pemerintah Provinsi Riau, serta Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Dukungan perangkat daerah berasal dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Perumda, Dinas Pendidikan, serta PLN Bengkalis.

Aspek keamanan didukung Kepolisian Resor Bengkalis dan Satpol PP Bengkalis. Sementara sektor usaha melibatkan PT Hutama Karya Infrastruktur, PT Bumi Laksamana Jaya, PT Pertamina Hulu Rokan, PT BRI, Pertamina Patra Niaga, PT Transklin, Gala Auto Service, PT RAPP, PT Riau Petroleum, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Bumida), PT BSI, Toko Challenger, Toko Bintang Meubelindo, PT Aplikanusa Lintasarta, serta PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA).

Dukungan publikasi datang dari Bengkalis Event Organizer, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis, RRI Bengkalis, media online Bengkalisku, dan Bengkalis Riau. Sementara sektor pariwisata dan mobilitas daerah turut diperkuat PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), Komunitas Transportasi Bengkalis, serta Komunitas Wisata Bengkalis.

Polbeng juga mengapresiasi panitia, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, liaison officer, relawan, dan seluruh pihak yang terlibat sejak tahap persiapan.

Secara teknis, Perumda Tirta Terubuk PDAM Bengkalis turut mendukung pelaksanaan dengan menyediakan Waduk PDAM sebagai lokasi pengujian prototipe KKI 2026.

Enam Subkategori, Satu Panggung Inovasi

Memasuki penyelenggaraan ke-13, KKI 2026 memperluas ruang eksplorasi teknologi mahasiswa melalui enam subkategori, yakni Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK), Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK), serta Remotely Operated Vehicle (ROV).

Kompetisi mencakup pengembangan kapal, sistem kendali, desain dan konstruksi, permesinan, kelistrikan, hingga robotika bawah air.

Kehadiran ROV menjadi salah satu perkembangan penting tahun ini. Teknologi tersebut membawa peserta mengeksplorasi kemampuan robot bawah air untuk kebutuhan seperti survei, navigasi, identifikasi, pencarian, dan pengamanan wilayah perairan.

Sebelum mencapai final, peserta menjalani seleksi melalui proposal, laporan kemajuan, serta video proses perakitan. Dari tahapan tersebut, terpilih 129 tim dari 52 perguruan tinggi yang terdiri atas tujuh politeknik, lima institut, dan 40 universitas.

Polbeng Tembus Seluruh Enam Subkategori

Sebagai tuan rumah, Polbeng mencatat capaian yang menonjol dengan menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mengirimkan tim pada seluruh enam subkategori.

Capaian tersebut menempatkan Polbeng dalam persaingan dengan perguruan tinggi yang memiliki rekam jejak kuat dalam KKI. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang meraih gelar juara umum pada 2024 dan 2025, tahun ini menembus lima subkategori.

Jumlah yang sama dicapai Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Malang.

Lima perguruan tinggi masuk empat subkategori, yakni Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Peserta yang menembus tiga subkategori terdiri atas Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Riau, dan Universitas Sebelas Maret.

Sebanyak 15 perguruan tinggi tampil pada dua subkategori, yakni Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Multi Data Palembang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Sriwijaya, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Telkom.

Adapun perguruan tinggi yang mengikuti satu subkategori meliputi Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Nasional Bandung, Institut Teknologi Sumatera, Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua, Politeknik Negeri Banyuwangi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Islam Malang, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Malikussaleh, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjungpura, Universitas Teknokrat Indonesia, dan Universitas Trunojoyo Madura.

Bobot Medali Menentukan Juara Umum

Seluruh persaingan tersebut bermuara pada perebutan gelar Juara Umum KKI 2026. Panitia menetapkan pemenang berdasarkan akumulasi bobot medali dari seluruh subkategori.

Perguruan tinggi dengan total bobot medali tertinggi akan ditetapkan sebagai Juara Umum Kontes Kapal Indonesia 2026.

Lebih dari sekadar perebutan gelar, KKI ke-13 mempertemukan kemampuan mahasiswa dengan tantangan teknologi yang nyata. Bengkalis menjadi ruang tempat gagasan dari berbagai perguruan tinggi diuji, dibandingkan, dan dikembangkan dalam satu panggung kemaritiman nasional.

Bagi Polbeng, momentum tersebut mempertegas peran kampus vokasi daerah dalam membangun talenta dan teknologi yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi memiliki peluang untuk berkembang menjadi solusi bagi kebutuhan maritim Indonesia.**