Rakyat45.com, Pinggir – Kepulan asap dari lahan gambut Desa Sungai Meranti menjadi perhatian serius Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni. Senin (7/9/2026), ia turun langsung ke lokasi kebakaran, bahkan memegang nozel pemadam untuk membantu petugas mengendalikan Karhutla di Kecamatan Pinggir.
Langkah tersebut tidak sekadar menjadi kunjungan lapangan. Kasmarni ingin memastikan penanganan berlangsung efektif sekaligus melihat dari dekat kondisi yang dihadapi personel gabungan saat berjibaku dengan api dan bara di kawasan gambut.
Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Bengkalis per 6 September 2026, kebakaran mulai terdeteksi sejak Sabtu (5/9/2026). Lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare, terdiri atas semak belukar dan perkebunan sawit yang berada di kawasan tanah gambut.
Perahu Terbalik di Sungai Indragiri, Pegawai PNM Hilang Saat Survei Nasabah
18 Mei 2026Hasil peninjauan menunjukkan lahan tersebut merupakan milik pribadi dan berada di luar wilayah administratif Kabupaten Bengkalis. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap mengambil langkah penanganan bersama unsur terkait sebagai upaya mencegah api meluas dan berdampak terhadap kawasan sekitar.
“Untuk penanganan Karhutla ini, anggaran menjadi salah satu prioritas kita. Saat ini status kita masih siaga, sehingga seluruh langkah antisipasi dan penanganan harus terus dilakukan secara maksimal,” tegas Hj Kasmarni.
Kasmarni menilai kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang meningkatkan risiko penyebaran api. Karena itu, status siaga harus diikuti dengan kesiapan personel untuk menghadapi setiap potensi titik api.
“Petugas harus selalu siap di lapangan, baik untuk melakukan pemantauan, pemadaman maupun pendinginan apabila ditemukan titik api. Kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Laporan BPBD per 6 September 2026 menyebutkan titik api di Sungai Meranti telah berhasil dipadamkan. Namun, asap masih terlihat akibat hembusan angin kencang dan kondisi cuaca panas. Satgas gabungan darat pun tetap berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendinginan guna memastikan bara tidak kembali memicu kebakaran.
Kasmarni juga meminta koordinasi antarpersonel terus dijaga. Pada saat yang sama, masyarakat diminta tidak menunggu kebakaran membesar untuk melapor apabila menemukan asap atau indikasi titik api.
“Saya meminta seluruh petugas terus berkoordinasi. Masyarakat juga harus ikut membantu dengan segera memberikan informasi apabila menemukan titik api atau asap yang mencurigakan,” katanya.
Pengendalian Karhutla melibatkan BPBD Pos Pinggir, TNI, Polri, PT Murini dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperkuat upaya pemadaman sekaligus mengantisipasi kemungkinan api bergerak ke kawasan lain.
Persoalan pencegahan turut menjadi perhatian Kasmarni. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan metode pembakaran, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Api di lahan gambut sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Jika melihat adanya titik api atau asap yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat desa, BPBD maupun petugas terkait,” imbaunya.
Menurut Kasmarni, penanganan Karhutla tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah dan petugas. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus potensi kebakaran sejak awal.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah dan petugas siap di lapangan, tetapi pencegahan akan jauh lebih baik jika dilakukan bersama-sama oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dalam peninjauan itu, Kasmarni didampingi Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Harris Nur Priatno, Wakapolres Bengkalis Kompol Ridho Perasetia, Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta Kepala Desa Sungai Meranti Basma Adam Lubis.
Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat pemadam api, serta personel TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Bengkalis turut hadir dalam penanganan tersebut.
Data rekapitulasi BPBD per 6 September 2026 mencatat Kecamatan Pinggir memiliki 45 hotspot dan sembilan kejadian Karhutla dengan total luasan terdampak sekitar 53,7 hektare. Selain Sungai Meranti, sejumlah lokasi yang tercatat meliputi Buluh Apo dan Pangkalan Libut.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis memastikan kesiapsiagaan tetap diperkuat selama status siaga Karhutla berlangsung. Personel dan pemantauan lapangan terus disiapkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin.
Kasmarni kembali menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling penting sebelum kebakaran berkembang menjadi ancaman yang lebih luas.
“Lebih baik kita mencegah sebelum api membesar. Karena ketika api sudah meluas, bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi lingkungan dan keselamatan masyarakat juga menjadi taruhan,” pungkas Hj Kasmarni.**












