Rakyat45.com, Bengkalis – Panggung Tanjak di Lapangan Tugu Bengkalis menjadi titik temu karya, kompetisi, dan semangat kemaritiman pada malam puncak Kontes Kapal Indonesia (KKI) ke-13 Tahun 2026, Kamis malam (17/9/2026). Di ruang terbuka itu, mahasiswa dari berbagai daerah menutup rangkaian kompetisi dengan membawa pengalaman, jejaring, dan gagasan tentang masa depan teknologi maritim Indonesia.
Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) sebagai tuan rumah mempertemukan 52 perguruan tinggi dalam perhelatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah membuat KKI tidak hanya menjadi arena menguji kemampuan di bidang perkapalan, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dalam ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Jangkauan kegiatan itu tercermin dari perjalanan para peserta. Salah satu kontingen menempuh sekitar 2.070 kilometer dari Makassar menuju Bengkalis untuk mengikuti kompetisi. Keragaman budaya juga hadir pada malam puncak ketika pembawa acara tampil mengenakan pakaian khas Makassar, menghadirkan warna daerah di tengah perhelatan teknologi kemaritiman.
Malam penutupan diisi dengan pengumuman dan apresiasi bagi peserta yang menghasilkan karya terbaik. Pada waktu yang sama, aktivitas Car Free Night (CFN) di Jalan Jenderal Sudirman membuat kawasan pusat kota tetap ramai oleh masyarakat. Perpaduan kedua aktivitas tersebut menjadikan malam puncak berlangsung semarak dengan dukungan pengamanan lintas unsur.
Jajaran Polres Bengkalis bersama Kodim 0303/Bengkalis, Damkar, Satpol PP, Kapolsek Bengkalis, dan Danramil 01/Bengkalis turut memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga acara berakhir.
Mewakili Bupati Bengkalis, Sekda Bengkalis dr. Ersan Saputra menegaskan, berakhirnya Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 bukan berarti berakhirnya proses belajar. Pengalaman kompetisi harus menjadi bekal mahasiswa untuk terus berkarya, mengevaluasi kegagalan, dan meningkatkan kemampuan.
Ersan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung KKI 2026 di Bengkalis. Ia juga mendorong generasi muda yang memiliki kedekatan dengan laut untuk tidak sekadar memahami potensi maritim, tetapi ikut menciptakan teknologi dan menjadi penggerak kemajuan kemaritiman Indonesia.
Pemkab Bengkalis, kata Ersan, akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan guna membuka ruang pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Ir. Johnny Custer, S.T., M.T., mengapresiasi seluruh pihak yang menyukseskan KKI 2026. Secara khusus, ia memberikan penghargaan kepada panitia pelaksana dan Bengkalis Event Organizer (BEO) Kabupaten Bengkalis yang bekerja sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir.
Johnny menyebut pelaksanaan KKI berlangsung aman dan lancar dengan dukungan berbagai pihak serta antusiasme masyarakat Bengkalis. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 52 perguruan tinggi, 129 tim, dan sekitar 1.090 peserta.
Ia menilai KKI tidak hanya menjadi ajang persaingan, tetapi juga ruang membangun solidaritas dan jejaring. Peserta dari berbagai perguruan tinggi tetap saling membantu ketika menghadapi kendala teknis di tengah kompetisi.
Johnny berpesan agar pemenang menjadikan prestasi sebagai motivasi untuk terus berinovasi, sementara peserta yang belum meraih juara menjadikan pengalaman sebagai bahan evaluasi.
Menurutnya, piala merupakan penghargaan, sedangkan pengalaman, pengetahuan, jejaring, dan semangat pantang menyerah menjadi bekal yang lebih berharga.” ungkapnya.
Rangkaian KKI ke-13 Tahun 2026 kemudian ditutup secara resmi oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Beny Bandanadjaja. Penutupan tersebut menandai berakhirnya kompetisi yang selama beberapa hari mempertemukan mahasiswa dalam pengembangan teknologi perkapalan.
Dari Bengkalis, para peserta kembali ke daerah dan perguruan tinggi masing-masing dengan membawa pengalaman, pengetahuan, serta gagasan yang diperoleh selama kompetisi. Karya yang lahir dari ajang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil perlombaan, tetapi terus dikembangkan menjadi inovasi yang memberi manfaat lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Syafri, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Hambali, Kapolsek Bengkalis Hendro Wahyudi, Danposal Pos Bengkalis Lettu Laut Irwan Nirwan Hastya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis yang diwakili Yanto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Suwarto, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Paulina, serta Kepala Pelaksana BPBD Salman Alfarisi.
Turut hadir para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, pejabat administrator dan pengawas, para dosen, peserta KKI, Tim BEO, Pelaku UMKM, masyarakat, serta undangan lainnya.**












