Banner Website
Ekbis

Laba Pertamina Drilling Tembus USD 29,6 Juta, Tertinggi dalam 10 Tahun

29
×

Laba Pertamina Drilling Tembus USD 29,6 Juta, Tertinggi dalam 10 Tahun

Sebarkan artikel ini
Laba Pertamina Drilling Tembus USD 29,6 Juta, Tertinggi dalam 10 Tahun
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatatkan kinerja keuangan terbaik dalam satu dekade terakhir sepanjang 2025. (R45/Y)

Rakyat45.com, Jakarta – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatatkan kinerja keuangan terbaik dalam satu dekade terakhir sepanjang 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 29,61 juta atau meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 23,89 juta.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Jumat (5/6/2026). Selain laba bersih, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA yang signifikan menjadi USD 101,20 juta dari USD 84,02 juta pada 2024.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan kinerja positif tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri jasa pengeboran migas.

“Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan terintegrasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan industri energi nasional,” ujar Avep dalam keterangannya.

Kepercayaan terhadap fundamental bisnis perusahaan juga diperkuat dengan penetapan peringkat nasional jangka panjang A+(idn) beroutlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tersebut mencerminkan kondisi keuangan yang sehat serta risiko gagal bayar yang rendah.

Sepanjang 2025, Pertamina Drilling berhasil mencatat efisiensi operasional senilai USD 12,8 juta melalui 21 program strategis. Atas capaian tersebut, perusahaan menerima penghargaan OPTIMUS Awards 2025 dari Subholding Upstream PT Pertamina.

Dari sisi operasional, Pertamina Drilling menyelesaikan pekerjaan pada 433 sumur selama 2025. Perusahaan juga menangani 61 pekerjaan offshore workover, meningkat dibandingkan 55 pekerjaan pada tahun sebelumnya.

Sejumlah indikator operasional menunjukkan tren positif. Rig Availability mencapai 96,44 persen, Rig Productivity 70,15 persen, dan Rig Utilization sebesar 77,22 persen. Sementara tingkat Non-Productive Time (NPT) berhasil ditekan hingga 1,29 persen.

Produktivitas operasional perusahaan meningkat menjadi 47,92 persen dibandingkan 40,08 persen pada 2024. Tingkat utilisasi juga naik menjadi 48,12 persen dari sebelumnya 42,53 persen.

Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada layanan Integrated Project Management (IPM) Services. Tingkat availability melonjak menjadi 74,18 persen dari 33,37 persen. Utilisasi meningkat menjadi 60,35 persen dari 22,27 persen, sedangkan produktivitas naik menjadi 60,35 persen dari 19,49 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan semakin besarnya peran layanan terintegrasi Pertamina Drilling dalam mendukung aktivitas eksplorasi dan produksi migas nasional.

Selain memperkuat bisnis, perusahaan juga meningkatkan kualitas tata kelola. Nilai Assessment Good Corporate Governance (GCG) naik menjadi 88,72 pada 2025 dari 86,86 pada tahun sebelumnya dengan predikat “Sangat Baik”.

Tingkat kepatuhan perusahaan juga tetap terjaga melalui implementasi sistem Compliance Online yang mencapai 100 persen sesuai target.

Dalam aspek keselamatan kerja, Pertamina Drilling mencatatkan zero accident sepanjang 2025. Perusahaan juga membukukan lebih dari 20,9 juta jam kerja selamat sebagai hasil penerapan budaya HSSE secara konsisten.

Program keselamatan kerja terus diperkuat melalui berbagai kampanye internal, termasuk implementasi budaya keselamatan Salam Lima Jari di seluruh area operasional.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, perusahaan menyelenggarakan berbagai pelatihan yang diikuti 2.379 peserta selama 2025. Program tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kompetensi pekerja untuk menghadapi tantangan industri energi yang terus berkembang.

Komitmen perusahaan juga terlihat melalui program Corporate Impact and Development (CID). Sepanjang 2025, jumlah program pemberdayaan masyarakat meningkat menjadi 10 program dari sebelumnya sembilan program pada 2024.

Program tersebut mencakup pengembangan vokasi tenaga kerja di Riau, bantuan sanitasi sekolah di Indramayu, pembinaan UMKM peternakan di Bojonegoro, penyediaan sistem air bersih di Sorong, budidaya ikan air tawar, bantuan korban bencana di Sumatera, hingga pembangunan drainase di Prabumulih.

Melalui capaian keuangan, operasional, tata kelola, hingga program sosial tersebut, Pertamina Drilling menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan jasa pengeboran migas nasional yang terus tumbuh berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.***