Rakyat45.com, Pekanbaru – Bawaslu Riau terus menghimpun masukan dari partai politik sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Kali ini, lembaga pengawas pemilu itu menggelar konsolidasi demokrasi bersama DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Riau di Pekanbaru, Kamis (23/7/2026).
Dari pantauan Rakyat45.com, pertemuan dipimpin Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal didampingi anggota Bawaslu Riau Indra Khalid Nasution, Kepala Bagian Pengawasan Rizkki Kurniawan, serta Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Gushendri. Sementara dari DPW PPP Riau hadir Ketua Ikbal Sayuti, Sekretaris Dedi Putra, beserta jajaran pengurus.
Dalam forum tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai catatan pelaksanaan Pemilu 2024 dan langkah-langkah memperkuat kualitas demokrasi pada penyelenggaraan pemilu mendatang.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah tingginya biaya politik yang dinilai berpotensi memicu praktik politik uang. Menanggapi hal itu, Bawaslu Riau menjelaskan bahwa upaya pencegahan dan penindakan terus dilakukan melalui pengawasan di setiap tahapan pemilu bersama Sentra Gakkumdu.
Selain itu, Bawaslu juga menegaskan bahwa data hasil pengawasan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) merupakan data internal yang digunakan sebagai bahan pengawasan serta pembuktian apabila terjadi sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi.
Diskusi turut membahas potensi pelanggaran pada seluruh tahapan pemilu, kebutuhan penguatan kewenangan Bawaslu, hingga pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Bawaslu Riau juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum kepemiluan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah keberhasilan penanganan kasus politik uang pada Pemilu 2024 di Kota Dumai yang telah berkekuatan hukum tetap.
Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal menegaskan bahwa kegiatan konsolidasi demokrasi bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wadah untuk menerima berbagai masukan demi meningkatkan kinerja lembaga pengawas pemilu.
“Pertemuan ini juga untuk mendengarkan kritikan, masukan yang akan menjadi evaluasi Bawaslu dalam bekerja kedepannya,” kata Alnofrizal.
Senada dengan itu, Ketua DPW PPP Riau Ikbal Sayuti menilai forum dialog seperti ini penting untuk memperkuat demokrasi sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang muncul selama proses Pemilu maupun Pilkada.
“Forum seperti ini sangat penting sebagai tempat bertukar pandangan dan menyampaikan persoalan yang pernah kita temui selama penyelenggaran Pemilu dan Pilkada,” kata Ikbal.
Melalui konsolidasi tersebut, Bawaslu Riau berharap evaluasi yang dihimpun dari berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi bahan penyempurnaan sistem pengawasan serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan demokrasi di Provinsi Riau pada masa mendatang.***












