Banner Website
Peristiwa

Harimau Sumatera Muncul di Kebun Sawit Siak, BBKSDA Riau Perketat Pemantauan

44
×

Harimau Sumatera Muncul di Kebun Sawit Siak, BBKSDA Riau Perketat Pemantauan

Sebarkan artikel ini
Harimau Sumatera Muncul di Kebun Sawit Siak
Harimau Sumatera kembali menampakkan diri di kawasan perkebunan sawit Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. (R45/s)

Rakyat45.com, Siak – Harimau Sumatera kembali menampakkan diri di kawasan perkebunan sawit Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Kemunculan satwa dilindungi itu memicu peningkatan pengawasan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau setelah seorang pekerja kebun nyaris menjadi korban saat mengangkut hasil panen.

Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, Senin (21/7/2026), BBKSDA Riau langsung menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus melakukan langkah mitigasi guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Kami menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga yang terjadi pada 14 Juli 2026,” kata Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, Selasa (21/7).

Peristiwa tersebut dialami Agus, pekerja kebun sawit milik Ahmad Rokani di Desa Mengkapan. Sekitar pukul 10.00 WIB, Agus melintas menggunakan sepeda motor sambil mengangkut hasil panen ketika seekor Harimau Sumatera tiba-tiba melompat ke bagian belakang kendaraannya dan mencakar keranjang yang dibawanya.

“Kaget melihat harimau berada di belakang motornya, korban kemudian memacu kendaraannya dan berhasil menyelamatkan diri sehingga terhindar dari serangan lanjutan,” ujar Supartono.

Tim BBKSDA Riau kemudian melakukan pengecekan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk mengumpulkan informasi dari para saksi.

Hasil penelusuran juga mengungkap kemunculan harimau lainnya pada 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Dua warga, Amir dan Dodi, mengaku melihat Harimau Sumatera di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan.

“Saksi mengungkapkan harimau tersebut melompat dari parit di seberang jalur pipa menuju badan jalan. Namun, saat berpapasan dengan kendaraan yang dikendarai Amir, harimau itu kembali masuk ke arah parit dan tidak melanjutkan penyeberangan,” jelas Supartono.

Dalam kejadian itu, harimau disebut tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap kendaraan maupun pengendaranya.

Meski demikian, tim BBKSDA Riau yang melakukan penyisiran belum menemukan jejak ataupun tanda keberadaan satwa tersebut.

“Tim BBKSDA Riau sudah melakukan pengecekan di lokasi, tetapi tidak menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera,” kata Supartono.

Keterangan warga setempat turut memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut memang menjadi lintasan Harimau Sumatera. Salah seorang warga, Gianto, menyebut kemunculan satwa itu sudah beberapa kali terjadi, namun selama ini belum pernah menyerang masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, BBKSDA Riau akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pihak terkait untuk memperkuat pemantauan dan menjalankan langkah mitigasi konflik satwa liar.

Selain itu, masyarakat diminta mengaktifkan patroli siskamling pada malam hari dan segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila mengetahui keberadaan Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya di sekitar permukiman atau area aktivitas warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menghindari aktivitas seorang diri di kawasan yang diduga menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari,” pesan Supartono.***