Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru meningkatkan upaya pencegahan LGBT dan penularan HIV/AIDS melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, sekolah hingga aparat kepolisian.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan persoalan LGBT menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dinilai berkaitan dengan peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru.
“Kemarin sudah memanggil kawan-kawan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), itu kan sumber nya kan dari situ. Semakin tingkat LGBT biasanya semakin meningkat AIDS nya,” kata Markarius Anwar kepada Rakyat45.com, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, Pemko Pekanbaru telah menggandeng sejumlah stakeholder untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dampak perilaku tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan para tokoh agama dalam menyampaikan materi edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan di masjid.
“Kita minta para tokoh agama, ustad dapat menyampaikan materi LGBT ini, bahaya dan pencegahan LGBT. Kita sudah minta pihak masjid paripurna untuk menyiapkan bahan materi penyampaiannya. Minimal sekali sebulan seluruh masjid dapat menyampaikan materi itu,” terang Markarius.
Selain melalui pendekatan keagamaan, Pemko Pekanbaru juga memperluas edukasi ke lingkungan sekolah. Penyuluhan terkait bahaya LGBT dan risiko penularan HIV/AIDS diberikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.
Pemerintah kota juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah lokasi yang terindikasi menjadi tempat berkumpulnya kelompok LGBT. Dalam pelaksanaannya, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Disisi lain kita juga minta OPD-OPD terkait untuk proaktif antisipasi LGBT ini. Mudah-mudahan di kita (lingkungan Pemko) tidak ada, tapi kalau ada akan kita sanksi,” pungkasnya.
Pemko Pekanbaru berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dunia pendidikan dan aparat penegak hukum dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan perilaku sosial yang sesuai dengan norma yang berlaku.***












